PENDIDIKAN KOMUNITAS TENTANG PEMAKAIAN BENGKUNG PADA IBU NIFAS DI DESA KELING KECAMATAN KEPUNG KABUPATEN KEDIRI
DOI:
https://doi.org/10.33379/attamkin.v1i1.96Keywords:
Bengkung, Ibu NifasAbstract
Perawatan pada masa nifas akan menentukan status kesehatan dan mempercepat proses pemulihan ibu setelah melahirkan. Budaya bengkung di Kabupaten Kediri masih kental sampai sat ini. Hampir semua ibu nifas di Desa Keling masih menggunakan bengkung atau stagen untuk dibebatkan di perutnya. Alasan yang disampaikan oleh ibu nifas tentang penggunaan bengkung itu adalah 10 orang ibu nifas ( 41, 67 %) mengatakan mereka memakai bengkung karena anjuran orang tua dan budaya dan 14 orang ibu nifas ( 58,335) mengatakan mereka memakai bengkung karena merasa nyaman. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan ibu nifas cara memakai bengkung yang aman agar tidak membahayakan proses pemulihan kesehatannya. Metode yang dipakai adalah survey untuk menentukan sasaran, pelatihan kader tentang cara pemakaian bengkung yang aman untuk ibu nifas. Kegiatan dilaksanakan tanggal 5-27 November 2017. Hasil dari kegiatan ini terdapat 24 ibu di Desa Keling yang menggunakan bengkung. Sebelum penyuluhan dilaksanakan ibu nifas menyampaikan beberapa keluhan karena pemakaian bengkung yang salah yaitu 9 ibu nifas mengatakan kakinya bengkak (37,5 %), 10 ibu nifas mengatakan mengalami gatal-gatal di kulit (41,67%), 3 orang ibu nifas merasakan sesak nafas (12,5%) dan 2 orang mengatakan tidak ada keluhan sama sekali. Dengan cara pemakaian yang salah pemakaian bengkung justru akan merugikan ibu nifas itu sendiri. Karena itulah dilaksanakan pendidikan komunitas tentang pemakaian bengkung yang benar kepada kader dan para ibu nifas di Desa Keling Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Dengan pemakaian bengkung yang benar maka bisa membuat ibu nifas merasa nyaman tanpa mengganggu proses pemulihan kesehatannya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2018 at-tamkin: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author who wishes to publish articles in this journal agree with the following conditions:
- Author retains the copyright and simultaneously provides the journal the first publishing rights of the manuscript under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an initial job writing and publishing statement in this journal.
- The author can include in separate additional contractual arrangements for the rich version of non-exclusive distribution of journal publications (eg posting it to the institutional repository or publishing it in a book), with recognition of publishing initially in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post their work online (for example: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful citations of published works. (See open access policy).