https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/issue/feed RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian 2024-01-03T11:05:08+07:00 Afriandi Setiawan, S.P., M.Ling [email protected] Open Journal Systems <p><strong>RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian</strong> adalah jurnal nasional Indonesia dengan akses terbuka yang menerbitkan artikel hasil penelitian berkualitas tinggi di bidang pertanian. Jurnal RADIKULA terdaftar dengan nomor <strong>ISSN 2961-726X (cetak)</strong> dan <strong>ISSN 2961-7014 (online)</strong> yang diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang. Jurnal RADIKULA bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian tentang pertanian pada ruang lingkup meliputi : (<strong>Pemuliaan tanaman, Hortikultura, Agronomi, Ilmu Tanah, Agribisnis, dan Hama, Penyakit Tanaman</strong>). RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian diterbitkan dalam satu tahun terbit sebanyak 2 (dua) kali yaitu pada bulan <strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong>.</p> https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/2961 Respon Tanaman dan Produksi Tanaman Jagung Pulut terhadap Dosis Pupuk NPK dan Waktu Pembumbunan 2023-08-03T16:00:19+07:00 Jumiatun [email protected] Ika Nur Indriawati [email protected] Christa Dyah Utami [email protected] Ilham Muhklisin [email protected] <p>Jagung pulut dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras dalam upaya diversifikasi pangan. Akan tetapi produksi dan minat masyarakat yang masih rendah dibutuhkan upaya untuk meningkatkan produksi jagung pulut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi jagung pulut adalah dengan perbaikan teknik budidaya seperti pemupukan dan pembumbunan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh dosis pupuk NPK dan waktu pembumbunan&nbsp; terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung pulut. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK yang terdapat lima taraf yaitu 100 kg/ha, 150 kg/ha, 200 kg/ha, 250 kg/ha, dan 300 kg/ha. Sedangkan faktor kedua adalah waktu pembumbunan yang terdiri dari dua taraf yaitu pembumbunan 2 kali (14 HST dan 21 HST) dan pembumbunan 3 kali (14 HST, 21 HST dan 28 HST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan waktu pembumbunan dan dosis pupuk NPK memberikan pengaruh yang tidak nyata pada semua variabel pengataman. Hasil rata-rata produksi jagung pulut dengan pemberian pupuk NPK dan pembumbunan mendapatkan rerata hasil sebesar 16 ton/ha.</p> 2023-08-18T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2023 Jumiatun, Ika Nur Indriawati, Christa Dyah Utami, Ilham Muhklisin https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/2997 Uji Efektivitas Dosis Bubur Sambung Rambat Dalam Mengendalikan Gulma Melalui Pengamatan Summed Dominance Ratio di Pembibitan Utama Kelapa Sawit 2023-08-13T23:13:36+07:00 Wahyuni Umami Harahap [email protected] Irhamna Mandili Lubis [email protected] Nurhajijah [email protected] <p>Produksi jagung pulut yang masih rendah memerlukan adanya upaya peningkatan produksi agar dapat mendukung diversifikasi pangan. Upaya yang dapat dilakukan adalah memperbaiki teknik budidaya seperti pemupukan dan pembumbunan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji respon pertumbuhan dan produksi jagung pulut terhadap dosis pupuk NPK dan waktu pembumbunan. Rancangan percobaan disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK dengan 5 taraf yaitu 100 kg/ha, 150 kg/ha, 200 kg/ha, 250 kg/ha dan 300 kg/ha. Faktor kedua waktu pembumbunan yaitu 2 kali pembumbunan (14 HST dan 21 HST) dan 3 kali pembumbunan (14 HST, 21 HST dan 28 HST). Adapun variabel pengamatan yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, ratio tajuk akar dan berat tongkol. Data hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan NPK dan waktu pembubunan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap semua pengamatan. Hasil berat tongkol tanaman rata-rata adalah 227 gram/tanaman. </p> 2023-08-18T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2023 Wahyuni Umami Harahap, Irhamna Mandili Lubis, Nurhajijah https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/3655 Pengaruh Waktu Ekstraksi terhadap Karakteristik Pektin Limbah Kulit Kopi Robusta (Coffea canephora) 2023-12-12T07:45:58+07:00 Aulia Brilliantina [email protected] Findi Citra Kusumasari [email protected] Putu Tessa Fadhila [email protected] Irene Ratri Andia Sasmita [email protected] <p>Limbah kulit kopi robusta memiliki kandungan pektin yang cukup besar dan dapat dimanfaatkan pada berbagai sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh waktu ekstraksi terhadap karakteristik pektin limbah kulit kopi robusta yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan memvariasikan waktu ekstraksi (30 menit, 60 menit, dan 90 menit). Waktu ekstraksi terbaik diperoleh pada waktu ekstraksi 60 menit dengan rendemen pektin yang dihasilkan sebesar 11,9%, kadar air 14%, berat ekivalen 1086 mg, kadar metoksil 3,1% serta kadar asam galakturonat 19,29%. Pektin yang dihasilkan termasuk dalam kategori pektin dengan kadar metoksil rendah. Selain itu berat ekivalen pektin belum memenuhi standar yang telah ditetapkan IPPA (<em>International Pectins Producers Association</em>).</p> 2023-12-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2023 Aulia Brilliantina, Findi Citra Kusumasari, Putu Tessa Fadhila, Irene Ratri Andia Sasmita https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/3662 Pengaruh Dosis Biochar dan Pupuk Kandang Kambing pada Pertumbuhan Awal Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) 2023-12-16T14:31:58+07:00 Rachmad Arsyil Madjiid [email protected] Nora Augustien [email protected] Nova Triani [email protected] <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis terbaik untuk memacu pertumbuhan awal bibit tanaman jahe merah dan mengetahui pengaruh pemberian dosis biochar dan kotoran kambing terhadap pertumbuhan bibit tanaman jahe merah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Dosis biochar yang terbagi dalam empat taraf perlakuan 12 g/polibag, 20 g/polibag, 28 g/polibag, dan 36 g/polibag merupakan unsur penentu pertama. Dosis kotoran kambing yang terdapat dalam empat taraf perlakuan 20 g/polibag, 40 g/polibag, 60 g/polibag, dan 80 g/polibag merupakan faktor kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi biochar 36 g/polibag dan pupuk kandang kambing 80 g/polibag berpengaruh dan memberikan nilai tertinggi untuk parameter pertumbuhan, seperti jumlah daun, diameter batang, dan panjang tanaman.</p> 2023-12-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2023 Rachmad Arsyil Madjiid, Nora Augustien, Nova Triani https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/3698 Pengaruh Aplikasi Bio-slurry Terhadap Perbaikan Sifat Kimia Tanah 2023-12-20T09:10:03+07:00 Dhina Mustikaningrum [email protected] <p>Pupuk organik menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan kesuburan tanah yang mengalami degradasi. Salah satu pupuk organik yang berpotensi dimanfaatkan petani adalah <em>bio-slurry</em>. <em>Bio-slurry</em> terbukti bermanfaat sebagai sumber unsur hara bagi tanaman, baik unsur hara makro maupun mikro. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh aplikasi <em>bio-slurry</em> terhadap sifat kimia tanah, yakni derajat keasaman tanah, kadar C-organik, nitrogen, fosfor dan kalium tanah. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, dan mengambil sampel tanah di Kebun Percobaan Universitas Sunan Bonang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi <em>bio-slurry</em> tidak berpengaruh signifikan terhadap derajat keasaman tanah (pH) tanah dan kandungan Nitrogen tanah. Namun aplikasi <em>bio-slurry</em> dapat meningkatkan kadar C-Organik tanah hingga dari 1,02% menjadi 2,46%. <em>Bio-slurry</em> dengan dosis 75 gr/polibag juga terbukti mampu meningkatkan kandungan kalium dan fosfor tanah. Fosfor tanah mengalami peningkatan hingga 72% akibat penambahan <em>bio-slurry</em> dan Kalium tanah meningkat hingga 180% dibandingkan tanpa <em>bio-slurry</em>.</p> 2023-12-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2023 Dhina https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/3821 Pembudidayaan Lebah Klanceng di Peternakan Azka Trigona Desa Jiwut, Kabupaten Blitar 2024-01-03T11:05:08+07:00 Desi Kartikasari [email protected] Muhammad Abdul Irhas Ihwanul Muslimin [email protected] Desy Fadilah Adina Putri [email protected] <p>Lebah klanceng (<em>Trigona </em>Sp.) termasuk lebah yang banyak dikembangbiakan secara tradisional di Indonesia. Namun produksi madu lebah klanceng masih tergolong rendah, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat harga madu klanceng lebih mahal dari madu lainnya. Penelitian dilakukan di Peternakan “Azka Trigona” Desa Jiwut, Kabupaten Blitar pada bulan mei-juni 2023. Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi terkait budidaya lebah klanceng dan mengetahui tingkah laku lebah klanceng. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh ada 8 jenis lebah klanceng, diantaranya <em>Tetragonula </em><em>l</em><em>eaviceps</em>, <em>Tetrigona </em><em>b</em><em>iroi, Heterotrigona itama, Tetragonula </em><em>d</em><em>rescheri, Sundatrigona </em><em>m</em><em>oorei, Geniotrigona </em><em>t</em><em>horacica</em>, <em>Lophotrigona </em><em>c</em><em>aniform</em>, dan <em>Tetragonula Klanceng </em><em>p</em><em>utih</em> (Fotca). Lebah klanceng memiliki cara hidup eusosial seperti pada lebah <em>Apis</em>. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembudidayaan lebah klanceng, diantaranya adalah habitat, suhu yang panas, jenis vegetasi (makanan), dan hama. Jenis vegetasi (sumber makanan) dari lebah klanceng yang paling banyak ditemukan adalah bunga air mata pengantin (<em>Antigonon leptopus</em>), dikarenakan bunga ini mudah dibudidayakan dan tidak terpengaruh oleh musim. Peternakan Azka Trigona juga memproduksi berbagai jenis olahan madu, diantaranya madu tawon, madu klanceng, madu levis, dan madu fermentasi dengan bawang lanang.</p> 2024-01-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2023 Desi Kartikasari, Muhammad Abdul Irhas Ihwanul Muslimin, Desy Fadilah Adina Putri