RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula <p><strong>RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian</strong> adalah jurnal nasional Indonesia dengan akses terbuka yang menerbitkan artikel hasil penelitian berkualitas tinggi di bidang pertanian. Jurnal RADIKULA terdaftar dengan nomor <strong>ISSN 2961-726X (cetak)</strong> dan <strong>ISSN 2961-7014 (online)</strong> yang diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang. Jurnal RADIKULA bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian tentang pertanian pada ruang lingkup meliputi : (<strong>Pemuliaan tanaman, Hortikultura, Agronomi, Ilmu Tanah, Agribisnis, dan Hama, Penyakit Tanaman</strong>). RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian diterbitkan dalam satu tahun terbit sebanyak 2 (dua) kali yaitu pada bulan <strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong>.</p> id-ID [email protected] (Afriandi Setiawan, S.P., M.Ling) [email protected] (Rina Zazilatul Khoiroh, S.P) Thu, 20 Jun 2024 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.6 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pemberian Biosilika Sekam Padi pada Tanah Entisol untuk Budidaya Tanaman Jagung https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/4257 <p>Jagung (<em>Zea Mays</em> L) merupakan tanaman akumulator silika. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh biosilika dari abu sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2021 di Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau dengan ketinggian tempat 103 meter diatas permukaan laut (mdpl), menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Biosilika yang dicobakan: 0 ton/ha, 0,25 ton/ha, 0,50 ton/ha, 0,75 ton/ ha, 1 ton/ha, 1,25 ton/ ha. Pengamatan berupa: tinggi tanaman, diameter batang, diameter tongkol, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan hasil tanaman per hektar. Data dianalisis menggunakan analisis keragaman (Anova). Pemberian biosilika dalam bentuk abu mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil per hektar tanaman jagung. Biosilika sebanyak 0,75 sampai 1,25 ton/ha, meningkatkan berat tongkol tanpa kelobot 14,92%, dan hasil tanaman jagung 0,9 - 1,59 ton/ha atau 8,29 - 14,64%.</p> John Bimasri, Mely murniati, Wartono, Andri Hak Cipta (c) 2024 John Bimasri, Mely murniati, Wartono, Andri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/4257 Wed, 19 Jun 2024 00:00:00 +0700 Pengaruh Pupuk NPK Mutiara 16:16:16 terhadap Intensitas Serangan Hama Walang Sangit (Leptocorisa oratoriu Spp) pada Padi (Oryza sativa L) Sistem Hidroganik https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/4747 <p>Walang sangit <em>(Leptocorisa oratoriu Spp)</em> merupakan hama penting khususnya budidaya padi yang menyebabkan bulir padi hampa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK Mutiara 16:16:16 dosis 2, 4 dan 6 gr terhadap intensitas serangan hama walang sangit pada tanaman padi dengan sistem hidroganik. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan NPK 4 dan 6 gr mendapat hasil jumlah anakan dan anakan produktif lebih banyak dibandingkan perlakuan NPK 2 gr. Pada parameter intensitas serangan hama walang sangit, perlakuan pupuk NPK 2 gr menunjukkan intensitas serangan yang paling rendah. Hal ini disebabkan oleh jumlah anakan produktif pada perlakuan pupuk NPK 2 gr memiliki jumlah anakan produktif yang paling rendah.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> NPK Mutiara 16:16:16, Walang sangit, Padi Hidroganik, Anakan padi, Intensitas serangan</p> Muhammad Ishak, Arief Lukman Hakim, Zainal Abidin; Dyah Pitaloka, Anggraeni Hadi Pratiwi, Afriandi Setiawan Hak Cipta (c) 2024 Muhammad Ishak, Arief Lukman Hakim, Zainal Abidin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/4747 Sat, 29 Jun 2024 00:00:00 +0700 Pengaruh Pupuk Bokashi Kotoran Sapi dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis. L) https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/4724 <p>Produksi kacang panjang saat ini mengalami penurunan dikarenakan rendahnya kandungan nutrisi dan hara oleh tanaman yang menyebabkan produksi kacang panjang tidak maksimal. Hasil produksi tanaman kacang panjang dapat ditingkatkan melalui pemberian pupuk dengan dosis yang tepat. Pada penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok digolongkan atas 2 faktor yaitu pupuk bokashi kotoran sapi (10 ton/ha, 12 ton/ha, dan 14 ton/ha) dan dosis pupuk NPK (100 kg/ha, 200 kg/ha dan 300 kg/ha). Hasil analisis ragam pada penelitian menunjukkan secara tunggal perlakuan pupuk bokashi kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman 14-21 HST; jumlah daun 14, 21, 28, 56 HST; panjang polong; berat polong per tanaman; berat polong per petak. Hasil analisis ragam dosis pupuk NPK menunjukkan berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman 21-70 HST; umur muncul bunga; jumlah polong per tanaman; panjang polong; berat polong per tanaman; dan berat polong per petak.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kacang Panjang, Dosis, Bokashi Kotoran Sapi, Pupuk NPK.</p> Salsabila Mulianti, Arizka Putri Amalia, Djarwatiningsih, Ida Retno Moeljani Hak Cipta (c) 2024 Salsabila Mulianti, Arizka Putri Amalia, Djarwatiningsih, Ida Retno Moeljani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/4724 Sat, 29 Jun 2024 00:00:00 +0700 Respon Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Akibat Pemberian Pupuk Organik dan Pemangkasan Pucuk https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/4726 <table width="605"> <tbody> <tr> <td width="605"> <p>Pertumbuhan tanaman mentimun yang baik dapat ditunjang melalui pemberian pupuk organik dalam dosis yang tepat. Usaha lainnya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman mentimun adalah melalui pemangkasan pucuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis pupuk organik yang tepat dan pengaruh pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan tanaman mentimun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari 2 faktor yaitu dosis pupuk organik Supernasa dan pemangkasan pucuk. Data hasil penelitian kemudian dianalisis dan dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dosis pupuk organik dan pemangkasan pucuk. Perlakuan dosis pupuk organik Supernasa 45 kg/ha memberikan hasil tertinggi pada panjang tanaman dan jumlah daun mentimun umur 21 dan 28 HST, umur muncul bunga betina, dan jumlah bunga betina. Perlakuan tanpa pemangkasan pucuk memberikan hasil rata-rata tertinggi pada panjang tanaman mentimun&nbsp; umur 21 dan 28 HST, dan jumlah daun tanaman mentimun umur 28 HST.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Tanaman Mentimun, Pertumbuhan, Pupuk Organik Supernasa, Dosis, Pemangkasan</p> </td> </tr> </tbody> </table> Salsabila Mulianti, Widiwurjani, Juli Santoso Hak Cipta (c) 2024 Salsabila Mulianti, Widiwurjani, Juli Santoso https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/4726 Sat, 29 Jun 2024 00:00:00 +0700 Pengaruh Kondisi Anaerob dan Aerob pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L) Varietas Inpari32 https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/4866 <p>Tanaman padi (<em>Oryza sativa</em> L)memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan utama pangan di Indonesia. Perubahan iklim yang semakin tidak bisa ditebak menjadi salah satu penyebab menurunnya pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Pertumbuhan pada kondisi anaerob (tergenang) dan aerob (tidak tergenang) akan mungkin terjadi sebab perubahan iklim. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kondisi anaerob dan aerob pada pertumbuhan dan produksi tanaman padi (<em>Oryza sativa</em> L). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan yaitu anaerob dan aerob dengan teknik <em>destruktif</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, zona distribusi akar, panjang perakaran, panjang tanaman dan hasil produksi tanaman padi menunjukkan pada kondisi aerob pertumbuhan memiliki hasil yang signifikan lebih baik dari pada kondisi anaerob.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Anaerob, Aerob, Pertumbuhan, Produksi, Tanaman Padi (<em>Oryza </em><em>sativa L</em>)</p> Ilham Chasani Fahmi, Arief Lukman Hakim, Dyah Pitaloka, Zainal Abidin, Aggraeni Hadi Pratiwi, Afriandi Setiawan Hak Cipta (c) 2024 Ilham Chasani Fahmi, Arief Lukman Hakim, Dyah Pitaloka, Zainal Abidin, Aggraeni Hadi Pratiwi, Afriandi Setiawan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/radikula/article/view/4866 Fri, 12 Jul 2024 00:00:00 +0700