Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Kelas IVA Dalam Menerapkan Hukum Bacaan Idghom Dan Iqlab Mata Pelajaran Al – Qur’an Hadist Melalui Strategi Cooperative Learning Tipe Number Head Together di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Argotirto Sumbermanjing Wet
Keywords:
Strategi cooperative learning tipe number head together, Prestasi belajarAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan strategi Cooperative Learning tipe number head together dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IVa Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Argotirto pada materi hukum bacaan Idghom dan Iqlab mata pelajaran Al–Qur’an Hadits. Di latar belakangi oleh rendahnya prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Alqur’an Hadist kelas IVa MI Miftahul Ulum Argotirto. berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits yakni pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, nilainya masih banyak dibawah KKM dan masih banyak siswa yang kurang aktif dalam proses pembelajaran. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu melalui penggunaan Strategi Cooperative Learing Tipe Number Head Together. Maka untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menggunakan jenis
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Simultan terintegrasi. Sedangkan Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model penelitian dari teori Kurt Lewin.Model Kurt Lewin merupakan model yang selama ini menjadi acuan pokok dari berbagai model action research, terutama classroom action research (CAR). Konsep pokok action reserch menurut Lewin terdiri dari empat komponen, yaitu: (1) perencanaan (planning), (2) aksi atau tindakan (acting), (3) observasi (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Dari hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Selama pembelajaran dengan menerapkan strategi cooperative tipe number heat together
hasil belajar siswa meningkat. Hal itu dilihat dari peningkatan rata-rata pada siklus I 76,3 menjdi 83,13 pada siklus II. Peningkatan prestasi belajar siswa juga dapat dilihat dari kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70. Terbukti presentase dari 66,6% pada siklus I meningkat menjadi 91,6% pada siklus.
