Memperkokoh Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam Multikultural Pada Mahasiswa Di Era Society 5.0
Keywords:
Nilai-Nilai Pendidikan Islam, Multikultural, Society 5.0Abstract
Penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural pada mahasiswa di era society 5.0 akan mengalami banyak tantangan. Pada era society 5.0 ini manusia menjadi pusatnya (human centered) dengan tetap berbasis teknologi (technology based). Tiga inti
nilai multikultural 1) nilai demokrasi, kesetaraan, dan keadilan; 2) nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kedamaian; 3) sikap sosial, yaitu: pengakuan, penerimaan, dan penghargaan kepada orang lain yang tertuang dalam faham pluralisme yang akhirnya
melahirkan toleransi dan solidaritas sosial. Proses penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural pada mahasiswa dapat dilakukan melalui 3 tahap yaitu: 1) proses sosialisasi, 2) proses implementasi dan 3) proses internalisasi. Strategi yang digunakan melalui: 1) jalur struktural, nilai-nilai pendidikan multikultural tersebut tercantum dalam statuta, renstra, renop, silabus dan bahan ajar, 2) jalur organisasional, nilai-nilai tersebut disosialisasikan dengan melibatkan semua elemen, mulai dari yayasan ke rektorat kemudian sosialisasi ke dekan dan prodi,dan, 3) jalur kultural, dengan melibatkan semua elemen, suku, bangsa, agama, latar belakang, dalam pembinaan kegiatan dosen maupun kemahasiswaan. Model penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikutural dalam kehidupan mahasiswa menggunakan dua model yaitu; 1) The Confensional Model dan 2) Model fenomenologi
