OPTIMALISASI E-GOVERNMENT DALAM PENYELENGGARAAN ADMINDUK DI KANTOR KECAMATAN KEPANJEN MALANG

Authors

  • Ila Farida Universitas Islam Raden Rahmat Malang
  • Dewi Ambarwati

Keywords:

ADM; E-Government;, Adminduk, Pemerintah, Kepanjen

Abstract

Pada prinsipnya semua manusia pasti mempunyai kebutuhan akan pelayanan,pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas.Dalam kehidupan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang dipengaruhi oleh tuntutan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas pelayanan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, semakin tinggi pula tuntutan masyarakat kepada pemerintah untuk memberikan pelayanan prima. Direktorat Jendral Dukcapil berupaya memenuhi tuntutan masyarakat tersebut dengan menciptakan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang seluruh Kabupaten/Kota melakukan pengadaan mesin ADM Pada 31 Januari 2020.
Sedangkan di Kabupaten Malang sendiri, Kecamatan Ngantang sebagai kecamatan pertama yang memiliki mesin ADM pada 21 September 2020. Mesin ADM ini diciptakan sebagai salah satu alternatif pelayanan untuk memudahkan masyarakat dapat mencetak seluruh dokumen kependudukan secara mandiri. Prinsipnya, cetak dokumen kependudukan semudah tarik uang di mesin ATM Bank. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi optimalisasi penerapan e-government melalui mesin ADM terhadap penyelenngaraan administrasi kependudukan di kantor Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Guna mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan beberapa key informan Analisis penelitian ini berdasarkan tiga faktor keberhasilan e-government oleh Hafid (2017) yang
meliputi institutional success factor, organizational success factor, technologycal succes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mesin ADM di kantor Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang belum berjalan baik sepenuhnya. Faktor penghambat dalam penyelenggaraan program ADM ini antara lain minimnya sosialisasi program, minimnya kesadaran partisipasi masyarakat, kualitas pegawai, biaya listrik dan jaringan. Sedangkan faktor pendukung yaitu menekan potensi korupsi, saling menguntungkan antara pihak pelayan dan masyarakat, meningkatkan kemajuan teknologi, Tuntas satu pintu melalui Sipeduli, dan dapat memangkas waktu penyelesaian dokumen adminduk. Keberadaan mesin ADM tersebut sebenarnya merupakan salah satu alternatif yang digunakan pemerintah untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen-dokumen kependudukan. Sehingga masyarakat dapat mencetak sendiri dokumen tersebut dengan waktu yang relatif singkat dengan menggunakan mesin ADM. Hal tersebut sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan mewujudkan budaya tertib administrasi kependudukan. Namun fakta dilapangan masih kurang optimal dengan berbagai kendala yang ada.

Downloads

Published

2024-01-03