Edukasi Program Pembinaan Kepada Para Muallaf Melalui Moderasi Beragama Sebagai Bentuk Untuk Menguatkan Dan Memantapkan Aqidah di Lembaga Muallaf Center Yogyakarta

Authors

  • Fathira Nadia Makka Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Icha Fara Diba Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
  • Rizki Akbar Nasution Muhammadiyah University of Yogyakarta image/svg+xml

Keywords:

Moderasi Beragama, Muallaf, Pendidikan Muallaf

Abstract

Menurut Harun Nasution, muallaf adalah seseorang yang berpindah keyakinan dari agama satu ke agama yang lain dan dia masih kurang dalam memahami pengetahuan agama baru yang dianutnya. Sebagai seorang muslim yang lebih dahulu dalam beriman maka perlunya dalam memperhatikan, melindungi mereka, mengingat tidak jarang dari mereka mengalami ancaman dan faktor penghambat dalam berpindah agama, oleh karena itu mereka membutuhkan dukungan moral dan sosial,terlebih mendampingi mereka sampai kuat dan kokoh dalam menyakini aqidah dalam agama baru yang mereka yakini, sebab
jika tidak ada pendampingan yang khusus akan mampu membahayakan mereka dalam menyerap ilmu agama yang mereka peroleh tanpa di filter, sehingga berakibat tidak sedikit dari mereka berfaham radikal. Oleh karena itu diperlukan edukasi program pembinaan kepada para muallaf melalui moderasi beragama sebagai bentuk untuk menguatkan dan memantapkan aqidah.
Sub masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah terdapat hambatan dalam berpindah agama dan bagaimana Muallaf Center dalam memecahkannya? (2)Bagaimana konsep moderasi yang ada di dalam Muallaf Center Yogyakarta dalam pembinaan ? (3) apakah moderasi beragama menjadi solusi dalam edukasi belajar agama dan bisa menguatkan keimanan seseorang?
Penelitian ini menggunakan pendekatan pembinaan keagamaan dan psikologi agama. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif-kualitatif dengan observasi untuk mengamati lebih dekat dalam kehidupan keseharianya. Sehingga peneliti agar lebih
mudah dalam pengambilan data. Pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, kuisioner,dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan prosedur reduksidata, penyajian data serta verifikasi data menggunakan metode triangulasi,dan penarikan kesimpulan.

Sehingga hasil yang diharapkan peneliti adalah moderasi beragama mampu menjadi solusi dalam mendidik muallaf untuk menguatkan aqidahnya. Karena konsep dalam moderasi beragama menyatakan bahwa agama itu damai, bertindak adil dan selalu mengambil posisi di tengah artinya tidak ekstrem dan tidak terlalu longgar. Moderasi beragama tidak sebagai pilihan namun menjadi keharusan seluruh masyarakat Indonesia. Moderasi beragama dapat disampaikan melalui edukasi pembinaan terhadap masyarakat muallaf yang dapat diimplementasikan melalui integrasi pengetahuan tentang agama dengan moderasi beragama di masyarakat. Selain itu salah satu prinsip yang ada dalam moderasi beragama adalah selalu seimbang dalam menyikapi sesuatu diantara dua pilihan yang berlawanan, antara akal dan wahyu, antara kewajiban dan hak,antara teks agama yang tertuang dalam pedoman agama yang berasal dari tuhan dengan pemikiran atau ijtihad para ulama/tokoh agama dan lain sebagainya.

Konsep moderasi beragama yang meniscayakan melalui sifat adil,dan seimbang adalah agara para umat beragama tidak tertutup,tidak keras,sehingga mampu bersikap terbuka, beradaptasi dengan berbagai kalangan dari latar belakang yang berbeda dan juga selalu belajar dan mengupdate keilmuan disamping memberi pengajaran,dunia pasti mengalami perubahan dan perkembangan, sebagaimana ungkapan sayyid Ali RA bahwa didiklah anakmu sesuai zamannya.

Downloads

Published

2022-05-25