Peran Santri Dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Authors

  • Mahmudi Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Keywords:

Al-khoirot, Indonesia Emas 2045, Kitab Kuning, Moral

Abstract

Pada era Indonesia Emas 2045 berbagai ranah kehidupan akan mengalami kemajuan, hal ini menjadikan SDM harus terus melakukan perbaikan, baik perbaikan dalam segi ilmu pengetahuan, teknologi, maupun moral. Perbaikan ini dapat dilaksanakan salah satunya dengan cara mengadopsi sistem pendidikan yang diterapkan di Pesantren Al-Khoirot yang merupakan pesantren yang menggunakan sistem pendidikan terintegrasi antara pendidikan karakter, ilmu agama, ilmu umum, dan soft skill. Hal ini tak lepas dari kultur pesantren ASWAJA yang terkenal dengan prinsip “Memelihara nilai dan sistem lama yang baik, dan mengadopsi nilai dan metode baru yang lebih baik”. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui secara detail Sistem Pendidikan, Metode, dan Strategi Pondok Pesantren Al-Khoirot (PPA) Malang dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Belajar dari “Best Practice” Pendidikan Moral dan Kitab Kuning, dan Untuk mengetahui kontribusi, dan Peran Santri Pondok Pesantren Al-Khoirot (PPA) Malang dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Belajar dari “Best Practice” Pendidikan Moral dan Kitab Kuning. Dan kemudian data dianalisis berdasarkan teori perkembangan moral dan teori tipologi pesantren, metode penelitian yang digunakan adalah (studi fenomenologi) dengan pendekatan kualitatif, instrumen pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “best practice” di Pesantren Al-Khoirot sebagai pusat penggemblengan ilmu agama dan nilai-nilai ke-Islaman yakni mampu mencetak dan menjadikan santri yang berakhlakul karimah, seperti: gaya hidup sederhana, bekerja keras, menuntut ilmu sepanjang masa, toleransi, dakwah, penyejuk bukan provokator. Selain itu, juga mampu membekali para santri dengan keterampilan entrepreneurship (kewirausahaan), seperti: (menghantar lamaran, merajut, menyulam, songket, menjahit, bordir, tata boga, koperasi, penerbitan dan perpustakaan). Dan juga dapat menumbuh kembangkan soft skills (kecakapan insani) khususnya dalam pengembangan 2 aspek yakni intra personal santri seperti jujur, percaya diri, dan disiplin; yang kedua interpersonal santri misal menunjukkan perilaku sopan santun, respek, hormat terhadap orang lain, suka menolong dan berkomunikasi secara berempati.

Downloads

Published

2022-05-31