PENGEMBANGAN MEDIA SMART COUNT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI KPK DAN FPB KELAS IV
Keywords:
Media Smart Count, Hasil Belajar, Materi KPK dan FPBAbstract
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui atau menganalisis pemahaman peserta didik dalam memahami FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) dan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) dalam menggunakan model pohon factor dan model tabel di kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif studi kasus dan subjek penelitian seorang guru kelas IV dan 3 orang peserta didik kelas IV Sekolah Dasar. Instrument penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Teknik analisis data dilakukan sesuai dengan prosedur ilmiah penelitian kualitatif studi kasus. Pada penelitian ini, pemeriksaan keabsahaan data menggunakan uji kredibilitas dengan cara tringulasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian kali ini ialah siswa cenderung memilih metode pohon faktor dibanding menggunakan tabel dikarenakan 2 fakor yaitu: faktor internal yang dipengaruhi oleh kecerdasan siswa dalam menangkap informasi dan faktor eksternal yaitu dipengaruhi oleh lingkungan belajar salah satunya kebiasaan belajar siswa yang menggunakan model tertentu untuk memecahkan masalah pada materi FPB dan KPK. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran, guru sering menggunakan media melalui proyektor seperti power point karena keterbatasan waktu guru dalam pembuatan media. Sedangkan siswa lebih fokus dan antusias dalam penggunaan media yang dapat melibatkan siswa, akibatnya siswa mudah bosan karena media yang digunakan seperti menggunakan papan tulis hanya saja berpindah pada layar dan hal tersebut bias berdampak pada hasil belajar siswa. Maka untuk mengatasi masalah tersebut peneliti mengembangkan media smart count untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (development and research) model Borg & Gall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media smart count layak digunakan sebagai media pembelajaran dengan melakukan revisi dari ahli media, ahli materi, dan ahli praktisi. Kelayakan dan keefektifan yang diberikan dari hasil validasi ahli media dan ahli materi yaitu 78%, ahli praktisi yaitu 86%. Hal ini dapat dikatakan bahwa media pembelajaran ini layak dan valid digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada uji coba kelompok besar sebanyak 61%.
