TERGERUS ARUS DIGITAL : ANCAMAN HOMOGENISASI BUDAYA TERHADAP KEARIFAN LOKAL
Keywords:
Homogenisasi Budaya, Kearifan Lokal, Era Digital, Globalisasi, Media SosialAbstract
Era digitalisasi telah membawa konektivitas tanpa batas, mempercepat arus globalisasi ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di satu sisi, ini membuka akses informasi; di sisi lain, ia membawa risiko homogenisasi budaya, yakni proses penyeragaman budaya akibat dominasi budaya global yang disebarluaskan melalui platform digital seperti media sosial, layanan streaming (OTT), dan game online. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis ancaman homogenisasi budaya digital terhadap eksistensi kearifan lokal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa paparan konstan terhadap budaya pop global (misalnya, estetika, bahasa, dan gaya hidup) berkorelasi dengan pergeseran nilai dan preferensi di kalangan generasi muda. Manifestasi erosi ini terlihat pada menurunnya penggunaan bahasa daerah, devaluasi produk tradisional, dan lunturnya praktik-praktik sosial komunal. Artikel ini menyimpulkan bahwa tanpa upaya "glokalisasi"—adaptasi kearifan lokal ke dalam medium digital—dan penguatan literasi digital budaya, kearifan lokal berisiko terpinggirkan menjadi sekadar nostalgia.
