MEMBANGUN MUTU PENDIDIKAN SEIMBANG ANTARA STANDAR FAKTUAL DAN CITRA PUBLIK: STUDI KASUS DI SD NEGERI 1 GONDANGLEGI WETAN
Abstrak
Penelitian ini didasari oleh tuntutan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tidak lagi hanya sebatas pemenuhan kurikulum, tetapi juga mencakup kualitas layanan dan pembentukan karakter yang terangkum dalam mutu pendidikan. Dalam era global yang kompetitif ini, lembaga pendidikan diharapkan tidak hanya mampu memenuhi standar teknis dan administratif, namun juga harus mencakup aspek-aspek subjektif yang membentuk persepsi publik. Sekolah dasar, sebagai fondasi utama pendidikan nasional, menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan antara dua dimensi mutu tersebut. Di satu sisi, sekolah harus memenuhi berbagai standar mutu pendidikan seperti kurikulum, proses pembelajaran, kompetensi guru, dan hasil belajar siswa. Namun di sisi lain, sekolah juga perlu membangun kepercayaan dan citra positif di mata masyarakat sebagai lembaga yang unggul, religius, dan berkarakter. Fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit sekolah dasar yang secara administratif telah memenuhi standar mutu, tetapi belum memperoleh kepercayaan penuh dari masyarakat. Maka diperlukan upaya untuk membangun mutu pendidikan seimbang antara standar faktual dan citra publik di SD Negeri 1 Gondanglegi Wetan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah ingin mengetahui sejauh mana keseimbangan antara standar faktual dan citra publik yang dicapai dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberi kontrubusi terhadap pihak sekolah tentang mutu pendidikan yang direalisasikan dalam standar faktual dan dipersepsikan melalui citra publik sehingga berdampak pula terhadap kepercayaan masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah beberapa pihak yang terlibat dalam pelaksana pendidikan baik secara internal, seperti kepala sekolah, dewan guru dan staf, maupun pihak eksternal, seperti peserta didik, wali murid, hingga pemerintah dinas pendidikan setempat. Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator standar faktual teridentifikasi dari peningkatan hasil asesmen siswa tiap semester, program supervisi akademik yang sistematis, rencana kerja sekolah berbasis data mutu, penguatan kegiatan literasi dan numerasi. Sedangkan citra publik dibangun melalui publikasi kegiatan dan prestasi melalui media sosial, pengembangan diri peserta didik melalui berbagai kompetisi dan kegiatan akademik maupun non- akademik, program kegiatan keagamaan, dan kerja sama lintas lembaga. Hubungan antara standar mutu dan citra publik dapat terjalin dengan sinergis apabila mutu faktual yang tinggi diperkuat dengan mutu persepsi pada publik. Hal ini telah diterapkan oleh SD Negeri 1 Gondanglegi Wetan dalam memaksimalkan pelaksanaan akreditasi dan supervisi, capaian hasil belajar siswa, kejuaraan dalam kompetisi, serta pembiasaan akhlakul karimah yang terintegrasi dalam program sekolah.
Kata Kunci: Mutu Pendidikan, Standar Faktual, Citra Publik
