Sound Horeg Dan Pendapatan Umkm Kabupaten Malang Berdasarkan Khayra Ummah
Kata Kunci:
Sound Horeg, UMKM, Khayra Ummah, Husnuzon, Ekonomi Lokal, Kabupaten MalangAbstrak
Fenomena sound horeg sebagai sistem audio berkapasitas tinggi telah menjadi bagian dari dinamika sosial-budaya di Kabupaten Malang, meskipun menuai kontroversi dan pembatasan di beberapa daerah. Namun, melalui perspektif husnuzon dan konsep Khayra Ummah dalam Islam, fenomena ini dapat dipandang sebagai peluang ekonomi yang signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengaruh aktivitas sound horeg terhadap peningkatan pendapatan UMKM di Kabupaten Malang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif analisis deskriptif, data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap empat narasumber, terdiri dari satu pemilik sound horeg dan tiga pelaku UMKM.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sound horeg memberikan dampak ekonomi positif berupa peningkatan omzet UMKM, peluang usaha baru, serta terciptanya ruang ekonomi kreatif bagi generasi muda. Pelaku UMKM mampu beradaptasi melalui strategi diferensiasi produk, manajemen lokasi, serta inovasi yang mendukung keberlanjutan usaha. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat nilai kebersamaan, amanah, dan tanggung jawab sosial yang sejalan dengan prinsip Khayra Ummah pilar Social Enterprise. Meskipun demikian, beberapa tantangan ditemukan, seperti distribusi logistik, risiko kerusakan produk, dan minimnya dukungan formal dari pemerintah terhadap usaha jasa pendukung acara.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sound horeg tidak hanya berfungsi sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan landasan nilai sosial dan spiritual, fenomena ini dapat menjadi model integrasi antara budaya masyarakat dan pengembangan ekonomi UMKM di Kabupaten Malang
