Tasawuf Marketing: Merekonstruksi Brand Love Islami dengan Pendekatan Sufistik
DOI:
https://doi.org/10.33379/jihbiz.v9i1.5197Kata Kunci:
brand love islami, tasawuf, pemasaran syariah, dimensi cinta, loyalitas konsumenAbstrak
Studi ini mengeksplorasi dimensi brand love islami melalui pendekatan sufistik, bertujuan untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip tasawuf dapat memperdalam hubungan antara konsumen dan merek syariah. Dalam kerangka sufistik, dimensi cinta seperti Hulla (persahabatan), Hawa (gairah), Ma’rifa (pengetahuan), Dzikra (kenangan), dan Ru’ya (visi) diadaptasi untuk membangun keterikatan emosional dan spiritual yang mendalam antara konsumen dan merek. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip sufistik dalam pemasaran, merek syariah dapat menciptakan pengalaman yang tidak hanya memenuhi kebutuhan emosional tetapi juga resonan dengan nilai-nilai spiritual konsumen. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa pendekatan sufistik dapat memperkuat loyalitas dan kepuasan konsumen, memberikan wawasan baru tentang brand love dalam konteks Islam. Studi ini merekomendasikan penerapan dimensi sufistik dalam strategi pemasaran untuk membangun hubungan yang lebih berarti dan berkelanjutan antara merek dan konsumen.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jihbiz : Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Syariah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Kewajiban Kepemilikan: Program Studi Ekonomi Syariah dan Program Studi Perbankan Syariah Universitas Islam Raden Rahmat sebagai penyelenggara/pemilik/pihak yang memiliki hak/kewenangan untuk mempublikasikan hasil penelitian.

English
Indonesia











