Interpretasi Agama, Budaya Organisasi dan Individualisme terhadap Etos Kerja Muslim: Studi pada Rumah Sakit Islam Gondanglegi
DOI:
https://doi.org/10.33379/jihbiz.v2i1.766Kata Kunci:
Agama (Islam), Budaya Organisasi, Individualisme, Etos KerjaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah pengaruh interpretasi agama (Islam), budaya organisasi dan individualism berpengaruh pada kualitas etos kerja muslim. Berdasarkan hasil analisis, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai jawaban atas permasalahan dan tujuan yang telah ditetapkan: Berdasarkan hasil analisis regresi parsial dihasilkan temuan jika ketiga variabel bebas secara sendiri-sendiri (parsial) tidak berpengaruh signifikan terhadap etos kerja Muslim. Berdasarkan hasil uji analisis regresi diketahui jika variabel bebas yang mempunyai pengaruh dominan pada etos kerja Muslim adalah variabel bebas budaya organisasi. Namun, dengan besarnya pengaruh semua variabel bebas yang tidak sampai satu persen (0,8%), maka dominasi variabel budaya organisasi tidaklah berpengaruh. Etos kerja Islam tidaklah serendah pandangan para peneliti etos kerja terdahulu, khususnya dalam usaha membandingkan dengan etos kerja Protestan. Etos kerja Islam juga menekankan perlunya suatu perubahan, ditandai dengan tingginya respons terhadap indikator-indikator yang merupakan unsur-unsur penting dalam suatu perubahan seperti kedisiplinan, jiwa wiraswasta, semangat belajar dan kreativitas.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2018 Jihbiz : jurnal ekonomi, keuangan dan perbankan syariah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Kewajiban Kepemilikan: Program Studi Ekonomi Syariah dan Program Studi Perbankan Syariah Universitas Islam Raden Rahmat sebagai penyelenggara/pemilik/pihak yang memiliki hak/kewenangan untuk mempublikasikan hasil penelitian.

English
Indonesia











