HABITUS KEBERSIHAN DALAM PERSPEKTIF LIVING HADIS Studi Sosiologis atas Internalisasi Hadis al-Ṭuhūr di Pesantren Al-Ihsan Malang
DOI:
https://doi.org/10.58788/jipi.v5i1.8964Abstrak
Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana hadis al-ṭuhūr diaktualisasikan, diinternalisasikan, dan berfungsi sebagai modal simbolik dalam membentuk habitus kebersihan santri di Pesantren Al-Ihsan Malang. Fenomena kebersihan di pesantren menunjukkan dialektika antara idealitas ajaran Islam dan realitas santri yang beragam dalam kesadaran dan praktik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain living hadis dan teori habitus Pierre Bourdieu, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi hadis tampak melalui pemahaman normatif santri, praktik kebersihan personal dan komunal, serta penguatan melalui interaksi sosial. Internalisasi nilai kebersihan berlangsung melalui aturan formal, pengawasan, keteladanan pengasuh, dan pembiasaan rutin. Struktur dan keteladanan tersebut berfungsi sebagai modal simbolik yang memberi legitimasi religius bagi praktik kebersihan. Pembiasaan berulang menghasilkan disposisi kebersihan yang stabil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi living hadis dan habitus membentuk proses sirkuler yang membuat nilai hadis tetap hidup dan mengakar dalam kehidupan pesantren.
Keywords: Al-ṭuhūr, habitus kebersihan, living hadis, internalisasi nilai, pesantren
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JIPI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

