INTEGRATION OF THE THREE CENTERS OF EDUCATION AND RELIGIOUS MODERATION: A STRATEGY FOR STUDENT CHARACTER CONSTRUCTION IN INDONESIA IN THE ERA OF DISRUPTION
DOI:
https://doi.org/10.58788/jipi.v5i1.9442Abstrak
Degradasi moral dan intoleransi pelajar akibat globalisasi masih menjadi tantangan serius. Implementasi pendidikan karakter dalam Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka terkendala pendekatan teoretis dan lemahnya kolaborasi keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian studi literatur kualitatif ini merumuskan model integratif antara Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Moderasi Beragama sebagai strategi konstruksi karakter holistik. Data dianalisis secara tematik dari artikel jurnal, buku, dan dokumen kebijakan dengan triangulasi sumber. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, sinergi Tri Pusat Pendidikan membutuhkan peran aktif keluarga, guru, dan masyarakat. Kedua, Moderasi Beragama berakar pada wasathiyah dan terintegrasi dengan kearifan lokal. Ketiga, efektivitas sinergi terkonfirmasi empiris dengan peningkatan sikap moderat siswa hingga 45%. Model ini selaras dengan Teori Ekologi Bronfenbrenner serta berciri pendekatan religio-kultural, keterlibatan ormas, dan pemanfaatan kearifan lokal. Sehingga hasil tersebut berkontribusi menyajikan model ekologis yang memadukan Tri Pusat Pendidikan dan Moderasi Beragama serta rekomendasi kebijakan strategis. Studi ini menegaskan perlunya pergeseran paradigma menuju pendekatan ekosistem berbasis komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JIPI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

