Analisis Peran Keluarga dalam Pembentukan Perkembangan Emosional Anak Usia Dini
Peran Komunikasi Keluarga dalam Membentuk Stabilitas Emosi Anak
DOI:
https://doi.org/10.36636/jipsos.v3i1.5969Kata Kunci:
Anak Usia Dini;Peran Keluarga;Perkembangan Emosional.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dalam membentuk perkembangan emosional anak usia dini, dengan fokus pada interaksi orang tua-anak, pola asuh, dan kondisi emosional di dalam keluarga. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dipilih untuk memahami secara mendalam dinamika keluarga yang mempengaruhi perkembangan emosional anak. Sebanyak sepuluh pasangan orang tua dengan anak berusia 3-5 tahun dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, serta penggunaan skala Likert untuk mengukur pandangan orang tua tentang peran mereka dalam mendukung perkembangan emosional anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan emosional orang tua sangat penting dalam membantu anak mengelola emosi mereka. Sebanyak 70% responden mengungkapkan bahwa dukungan emosional yang mereka berikan berdampak positif pada kemampuan anak dalam mengelola emosi. Selain itu, pola asuh demokratis yang memberi ruang bagi anak untuk mengungkapkan perasaan mereka juga berkontribusi signifikan terhadap perkembangan emosional anak, dengan 60% responden menggunakan pola asuh ini. Kondisi emosional keluarga yang stabil dan positif terbukti sebagai faktor penting lainnya, di mana keluarga dengan suasana emosional yang mendukung dapat membantu anak mengelola stres dan emosi negatif dengan lebih baik. Penelitian ini menegaskan bahwa peran keluarga sangat sentral dalam membentuk kemampuan anak usia dini dalam mengelola emosi mereka, dengan interaksi yang penuh kasih sayang, pola asuh yang responsif, dan suasana emosional yang stabil sebagai faktor utama.












