Pengaruh Kadar Tembaga Dan Radius Spesimen Uji Lelah Standar Terhadap Umur Lelah Sudu Propeler
DOI:
https://doi.org/10.33379/metrotech.v2i2.2496Kata Kunci:
Uji lelah, Umur lelah, Radius spesimen, Kadar tembaga, Kuningan C3604BD, Kuningan C1100Abstrak
Permasalahan yang dihadapi pada poros propeler adalah belum diketahui untuk prediksi penggantian dalam perawatan akibat perbedaan pengaruh jenis bahan dan radius spesimen uji lelah batang putar terhadap hasil umur lelah. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan umur lelah akibat perbedaan jenis bahan dan radius spesimen uji lelahnya. Metode penelitian adalah experimental dengan menguji lelah 2 kadar tembaga dan ukuran radius spesimen pada 210 mm dan 220 mm dengan jumlah spesimen 44 buah. Radius spesimen 210 mm dengan diameter minimal spesimen 7,3 mm menunjukkan umur lelah tertinggi pada kuningan C1100 pada radius 210 mm senilai siklus N= 1701555 putaran pada S= 224 MPa, dan umur lelah terendah senilai N= 258480 putaran pada S= 373 MPa, sedangkan pada radius 220 mm menunjukkan umur lelah tertinggi senilai siklus N= 8746950 putaran pada S= 224 MPa, dan umur lelah terendah senilai N= 627420 putaran pada S= 373 MPa. Sedangkan pada spesimen kuningan C3604BD pada radius 210 mm menunjukkan umur lelah tertinggi senilai siklus N= 1550355 putaran pada S= 224 MPa, dan umur lelah terendah senilai N= 125130 putaran pada S=373 MPa, sedangkan pada radius 220 mm menunjukkan umur lelah tertinggi senilai siklus N= 2370000 putaran pada S= 224 MPa, dan umur lelah terendah senilai N= 372350 putaran pada S= 373 MPa, dengan demikian secara keseluruhan perbedaan umur lelah kuningan C1100 lebih lambat sekitar 76,6% dibandingkan dengan kuningan C3604BD yang lebih cepat sekitar 47,6%.
Referensi
Adam, R., & Dera, N. S. (2021). Analisa Uji Ketahanan Kelelahan Ass Kuningan 70/30 dengan Mesin Uji Tipe Cantilever Rotary Bending. Biomedical And Mechanical Engineering Journal (Biomej), 1(1), 9-9.
Hadi, S., Murdani, A., Sudarmadji, S., & Artiko, A. (2020). Testing of The Ability of Fatigue Test Machine Prototype and Fatigue Test for Nylon and Cast Iron Specimens. In Iop Conference Series: Materials Science And Engineering (Vol. 732, No. 1, P. 012094). Iop Publishing.K. Elissa, “Title of paper if known,” unpublished.
Hadi, S., Murdani, A., & Rokhman, F. (2017). Design, Fabricated, and Trial an A Fatigue Test Machine. Prosiding Snttm xvi, 201-207.
Rahayu, E. J. (2018). Pengaruh Komposisi Kuningan (CuZn) Terhadap Kekuatan Impact, Kekerasan, dan Struktur Mikro Hasil Pengecoran Alumunium (Al) dengan Menggunakan Tungku Listrik. Universitas Negeri Semarang.
Siproni, S., Rasid, M., Seprianto, D., & Yahya, Y. (2018). Pengaruh Proses Pengecoran Terhadap Sifat-Sifat Mekanis Pada Baling-Baling Perahu Motor. Austenit, 10(1), 28-33.
Rismu, L. G. (2014). Analisa Pengaruh Perubahan Beban Poros Propeller Terhadap Kinerja Bantalan Km. Oriental Samudera (Doctoral Dissertation, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya).
Mahardhika, A. S. (2017). Pengaruh canai dingin dan temperatur anil terhadap karakteristik paduan Cu-28Zn-5.5 Al hasil pengecoran gravitasi untuk aplikasi selongsong peluru.
Bertoglio, C., & Rizzo, C. M. (2016). Survey on fatigue strength of cast bronzes intended for marine propellers. Fatigue & Fracture of Engineering Materials & Structures, 39(7), 793-816.
ASTM. (2021). E606 – 2021 Standard Practice for Strain-Controlled Fatigue Testing.
Anonim, 2022a, www.slideshare.net, diakses pada 11 Agustus 2022.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Muhamad Taufek Hidayat, Syamsul Hadi, Sza Sya Monica Valeria

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



