Analisis Penggunaan Blower Terhadap Desain Kenyamanan Termal Rumah Instan Sederhana Sehat di Kota Surakarta Dengan Metode Computational Fluid Dynamics (CFD)
DOI:
https://doi.org/10.70609/metrotech.v4i3.7258Kata Kunci:
Kenyamanan termal, RISHA, Urban Heat Island, FanAbstrak
Kenyamanan termal merupakan aspek krusial dalam mendukung kesehatan dan produktivitas penghuni, terutama di wilayah tropis yang terdampak fenomena Urban Heat Island (UHI). Penelitian ini bertujuan menganalisis performa termal bangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di Kota Surakarta melalui simulasi numerik menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) pada tanggal 9 Juli 2024. Fokus simulasi diarahkan pada dua konfigurasi utama dalam kondisi ventilasi terbuka, yaitu kondisi awal (original) tanpa intervensi, dan skenario penambahan fan berkecepatan 1350 rpm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi awal, suhu rata-rata ruangan mencapai 31,68°C, yang berada di atas ambang batas kenyamanan termal. Setelah penambahan fan, suhu berhasil turun secara signifikan menjadi rata-rata 29,60°C, mendekati batas atas kategori hangat nyaman. Penurunan tidak terjadi drastis namun menunjukkan bahwa fan mampu meningkatkan efektivitas ventilasi alami dengan menciptakan aliran udara aktif, mempercepat sirkulasi, dan membantu membuang udara panas secara efisien ke luar ruangan Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi antara ventilasi terbuka dan fan merupakan solusi termal yang efektif dan efisien dalam meningkatkan kenyamanan ruang pada bangunan modular tropis seperti RISHA. Strategi ini sangat relevan diterapkan di wilayah yang terdampak UHI, sebagai bentuk intervensi pasif-aktif untuk mempertahankan kenyamanan termal dalam kondisi lingkungan yang panas.
Referensi
[1] A. Q. Wisadono, “Rumah Susun dengan Pendekatan Fleksibilitas Desain di Surabaya,” 2024, [Online]. Available: https://jurnal.ft.uns.ac.id/index.php/senthong/article/view/1721/877
[2] S. Najib, “Determinan Permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Pada Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA),” 2020, https://journal.unhas.ac.id/index.php/jeds/article/view/27218
[3] S. Zahrotunisa, R. H. Jatmiko, and W. Widyatmanti, “Analisis Pengaruh Suhu Permukaan Lahan Terhadap Elemen Iklim Mikro di Surakarta Menggunakan Citra Penginderaan Jauh Multitemporal,” Majalah Ilmiah Globe, vol. 22, no. 1, p. 31, Apr. 2020, doi: 10.24895/MIG.2020.22-1.952.
[4] BMKG, “Anomali Suhu Udara Rata-Rata Tahun 2024.”
[5] C. Tandafatu, C. Hildegardis, J. Kesehatan No, K. Alok Tim, K. Sikka, and N. Tenggara Tim, “Simulasi WinAir4 (CFD) Terhadap Pengaruh Kecepatan dan Aliran Udara di Dalam Ruang Kuliah Universitas Nusa Nipa Maumere,” Jurnal Wilayah, Kota dan Lingkungan Berkelanjutan, vol. 1, no. 2, Feb. 2022, doi: 10.58169/JWIKAL.V1I2.89.
[6] F. Fang, M. Bambang Susetyarto, F. Lianto, and S. Hendra Siwi, “Study of Lighting, Humidity, and Ventilation in RISHA Design at Kampung Deret Petogogan, Jakarta,” IOP Conf Ser Mater Sci Eng, vol. 1007, no. 1, p. 012080, Dec. 2020, doi: 10.1088/1757-899X/1007/1/012080.
[7] S. Latif, “Sistem Ventilasi Alami Satu Sisi pada Kamar Kos dengan Metode Computational Fluid Dynamics (CFD),” Jurnal Permukiman, vol. 15, no. 2, Nov. 2020, doi: 10.31815/JP.2020.15.95-106.
[8] J. P. Liawan, H. Tanujaya, and S. Darmawan, “Analisis Aliran Udara dan Kenyamanan Termal di Laboratorium Perpindahan Panas dan Massa menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics (CFD),” Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi, vol. 5, Jan. 2023, doi: 10.35814/ASIIMETRIK.V5I1.3122.
[9] SNI-03-6572., Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara. Jakarta: Standar Nasional Indonesia, 2001.
[10] M. Lee, G. Park, C. Park, and C. Kim, “Improvement of Grid Independence Test for Computational Fluid Dynamics Model of Building Based on Grid Resolution,” Advances in Civil Engineering, vol. 2020, no. 1, p. 8827936, Jan. 2020, doi: 10.1155/2020/8827936.
[11] Global Solar Atlas, Solar Radiation in Surakarta (-07.590432°, 110.835618°). Energydata.info, 2024.
[12] D. G. Erbs, S. A. Klein, and J. A. Duffie, “Estimation of the diffuse radiation fraction for hourly, daily and monthly-average global radiation,” Solar Energy, vol. 28, no. 4, pp. 293–302, Jan. 1982, doi: 10.1016/0038-092X(82)90302-4.
[13] I. Reda and A. Andreas, “Solar position algorithm for solar radiation applications,” Solar Energy, vol. 76, no. 5, Jan. 2004, doi: 10.1016/J.SOLENER.2003.12.003.
[14] S. Murakami, N. Kobayashi, H. Yoshino, and S. Kato, “Outline of ventilation standard for acceptable indoor air quality, SHASE Japan.,” 1998, [Online]. Available: https://www.aivc.org/resource/outline-ventilation-standard-acceptable-indoor-air-quality-shase-japan
[15] Mitsubishi, Ventilation Fans Mitsubishi Electric Indonesia. Jakarta: Mitsubishi Electric Indonesia, 2023.
[16] N. Yolanda, E. R. Putri, and R. Munir, “Analisis Pertukaran Udara Per Jam Pada Ventilasi Laboratorium di Kawasan Hutan Hujan Tropis,” Progressive Physics Journal, vol. 3, no. 2, p. 184, Dec. 2022, doi: 10.30872/ppj.v3i2.933.
[17] A. K. Melikov, U. Krüger, G. Zhou, T. L. Madsen, and G. Langkilde, “Air temperature fluctuations in rooms,” Build Environ, vol. 32, no. 2, pp. 101–114, Mar. 1997, doi: 10.1016/S0360-1323(96)00034-0.
[18] B. Omerzo, T. Zakula, and L. R. Glicksman, “Experimental and CFD study of air distribution system and airflow rate impact on airborne transmission,” Build Environ, vol. 271, p. 112588, Mar. 2025, doi: 10.1016/J.BUILDENV.2025.112588.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ardhana Raka Pramudya, Wahyu Riyanto, Fuad Hilmy, Raka Mahendra Sulistiyo

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



