Pengaruh Quenching Menggunakan Air Mineral dan Air Cucian Terhadap Kekuatan Tarik Baja ST 37
DOI:
https://doi.org/10.70609/metrotech.v4i3.7609Kata Kunci:
Pengelasan SMAW, Quenching, Air mineral, Air cucian detergen, Baja ST 37Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media pendingin air mineral dan air cucian detergen terhadap kekuatan tarik baja ST 37 hasil pengelasan SMAW. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variabel bebas berupa jenis media pendingin, sedangkan variabel terikatnya adalah kekuatan tarik. Proses pengelasan dilakukan menggunakan elektroda LB-52U pada arus 90 A, kemudian spesimen didinginkan dengan air mineral atau air cucian detergen pada suhu ruang. Uji tarik menggunakan Universal Testing Machine menghasilkan tegangan tarik maksimum sebesar 234,2 MPa untuk pendinginan air mineral dan 110,0 MPa untuk pendinginan air cucian detergen. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pendinginan cepat dengan air mineral lebih efektif meningkatkan kekuatan tarik, sedangkan kandungan kimia pada air cucian detergen berpotensi menurunkan performa mekanik melalui laju pendinginan yang lebih lambat dan potensi korosi awal. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemilihan media quenching yang tepat serta pemanfaatan limbah cair secara bijak.
Referensi
[1] H. Bisri and Y. Yunus, “Pengaruh Media Pendinginan Pada Proses Pengelasan SMAW Material Baja SS400 Terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro,” J. Tek. Mesin, vol. 10, no. 03, pp. 55–60, 2022.
[2] Y. Handoyo, “Pengaruh quenching dan tempering pada baja jis grade S45C terhadap sifat mekanis dan struktur mikro crankshaft,” J. Ilm. Tek. Mesin, vol. 3, no. 2, pp. 102–115, 2015.
[3] A. Achmadi, “Studi Eksperimen Pengaruh Perlakuan Quenching Dengan Variasi Pendingin Konsentrasi Air Garam Terhadap Kekerasan Dan Kekuatan Tarik Pada Baja ST 37,” Simetris, vol. 11, no. 2, pp. 34–42, 2017.
[4] A. A. Prabowo and S. Sunyoto, “Pengaruh Media Pendingin Pada Proses Quenching Terhadap Kekerasan, Struktur Mikro, Dan Kekuatan Bending Baja AISI 1010,” JMEL J. Mech. Eng. Learn., vol. 9, no. 1, 2020, [Online]. Available: https://journal.unnes.ac.id/sju/jmel/article/view/40310
[5] M. A. Sholikhin, A. Suprihanto, and Y. Umardani, “Analisis Pengaruh Perlakuan Panas (Heat treatment) Terhadap Laju Korosi Pada Material Baja Karbon Menengah AISI 1045 Pada Air Laut,” J. Tek. MESIN, vol. 9, no. 1, 2021.
[6] A. Januar, “Kajian Hasil Proses Pengelasan MIG dan SMAW pada Material ST41 dengan Variasi Media Pendingin (Air, Collent, dan Es) Terhadap Kekuatan Tarik,” J. Tek. Mesin, vol. 4, no. 02, 2016, [Online]. Available: https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jtm-unesa/article/view/14811
[7] K. B. S. Darma, G. Widayana, and I. N. P. Nugraha, “Pengaruh Media Pendinginan Terhadap Sifat Mekanik Hasil Pengelasan Material ST 37,” J. Pendidik. Tek. Mesin Undiksha, vol. 5, no. 1, 2017, doi: 10.23887/jjtm.v5i1.9770.
[8] Y. Zhang, J. Yang, D. Xiao, D. Luo, C. Tuo, and H. Wu, “Effect of Quenching and Tempering on Mechanical Properties and Impact Fracture Behavior of Low-Carbon Low-Alloy Steel,” Metals (Basel)., vol. 12, no. 7, p. 1087, 2022.
[9] I. Saefuloh, H. Haryadi, A. Zahrawani, and B. Adjiantoro, “Pengaruh proses quenching dan tempering terhadap sifat mekanik dan struktur mikro baja karbon rendah dengan paduan laterit,” FLYWHEEL J. Tek. Mesin Untirta, vol. 1, no. 1, pp. 56–64, 2018.
[10] D. Setiadi and A. K. Samlawi, “Pengaruh Quenching Dengan Media Pendingin Air Dan Oli Terhadap Mechanical Propertis Baja S45C,” JTAM ROTARY, vol. 1, no. 2, pp. 183–192, 2019.
[11] M. Jordi, H. Yudo, and S. Jokosisworo, “Analisa Pengaruh Proses Quenching Dengan Media Berbeda Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Baja St 36 Dengan Pengelasan SMAW,” J. Tek. Perkapalan, vol. 5, no. 1, 2017, [Online]. Available: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval/article/view/16295
[12] A. Murtiono, “Pengaruh quenching dan tempering terhadap kekerasan dan kekuatan tarik serta struktur mikro baja karbon sedang untuk mata pisau pemanen sawit,” J. E-Din., vol. 2, no. 2, pp. 57–70, 2012.
[13] A. Mersilia, P. K. Karo, and Y. I. Supriyatna, “Pengaruh heat treatment dengan variasi media quenching air garam dan oli terhadap struktur mikro dan nilai kekerasan baja pegas daun aisi 6135,” J. Teor. Dan Apl. Fis., vol. 4, no. 2, 2017, [Online]. Available: https://jurnal.fmipa.unila.ac.id/jtaf/article/view/1334/1154
[14] M. Mulyadi, D. Tafrant, H. Hendradinata, and Z. Zainuddin, “The effect of quenching media on the hardness of AISI 1045 steel,” in 5th FIRST T1 T2 2021 International Conference (FIRST-T1-T2 2021), 2022, pp. 66–71. [Online]. Available: https://www.atlantis-press.com/proceedings/first-t1-t2-21/125970292
[15] D. Satria and others, “Pengaruh waktu tahan proses pack carburizing baja AISI 3115 dengan menggunakan calcium carbonat dan batubara sub bituminous dan mendapatkan perlakuan panas quenching media pendingin air,” Rotasi, vol. 21, no. 2, pp. 88–95, 2019.
[16] Y. Maulana, “Analisis Kekuatan Tarik Baja St37 Pasca Pengelasan Dengan Variasi Media Pendingin Menggunakan SMAW,” Al Jazari J. Ilm. Tek. Mesin, vol. 1, no. 2, 2017, [Online]. Available: https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/JZR/article/view/545
[17] E. Wahyudi, “Penurunan Kekuatan Impact Baja ST 37 Akibat Pengelasan SMAW,” Otopro, pp. 64–70, 2019, doi: 10.26740/otopro.v14n2.p64-70.
[18] A. T. Wibowo and A. K. Samlawi, “Pengaruh proses quenching dengan media pendingin air dan oli terhadap kekerasan baja dan struktur mikro baja S45C,” JTAM ROTARY, vol. 2, no. 2, pp. 137–148, 2020.
[19] S. Kirono and A. Amri, “Pengaruh Tempering Pada Baja St 37 Yang Mengalami Karburasi Dengan Bahan Padat Terhadap Sifat Mekanis dan Struktur Mikro,” SINTEK J. J. Ilm. Tek. Mesin, vol. 5, no. 1, 2011, [Online]. Available: https://jurnal.umj.ac.id/index.php/sintek/article/view/116
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Yahya Zakaria, Prasasti Pambayun Anjarwati, Yayi Febdia Pradani, Dwi Damara Agasta

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



