Analisis Pengaruh Variasi Kecepatan Pemakanan dan Kedalaman Pemotongan terhadap Getaran Mesin Bubut sesuai ISO 10816
DOI:
https://doi.org/10.70609/metrotech.v5i1.8167Kata Kunci:
Mesin bubut, Getaran, Kecepatan pemakanan, Kedalaman pemotongan, ISO 10816Abstrak
Dalam proses pembubutan, getaran dapat dan mampu memengaruhi kualitas hasil, seperti meningkatnya kekasaran permukaan dan menurunnya ketelitian dimensi benda kerja. Getaran yang berlebih juga dapat memperpendek umur pahat dan komponen mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan pemakanan (feed) dan kedalaman pemotongan (depth of cut) terhadap getaran mesin bubut serta mengevaluasinya berdasarkan standar ISO 10816. Variasi feed yang digunakan adalah 0,104, 0,325, 0,522, dan 0,835 mm/rev, sedangkan variasi depth of cut adalah 0, 0,5, 1, dan 1,5 mm. Data getaran diukur dalam bentuk kecepatan getaran RMS, yang kemudian dianalisis menggunakan software Minitab untuk menghasilkan ANOVA, main effect plot, dan interaction plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa depth of cut menjadi faktor dominan yang memengaruhi getaran, sedangkan feed memberikan pengaruh yang lebih kecil. Selain itu, hasil pengukuran getaran dibandingkan langsung dengan standar ISO 10816 sebagai acuan evaluasi kondisi getaran mesin, guna menentukan apakah mesin dalam kondisi baik atau perlu dilakukan perbaikan.
Referensi
[1] G. A. Situmeang dan B. Suhendra, “Analisis Variasi Kecepatan Spindel Dan Pemakanan Proses Bubut Terhadap Kekasaran Permukaan Benda Kerja Pada Baja AISI 1018 Menggunakan Pahat HSS,” J. Ilm. Wahana Pendidik., vol. 9, no. 8, Art. no. 8, Apr 2023, doi: 10.5281/zenodo.7885216.
[2] R. Aufar, A. Ariefin, A. Ariefin, dan M. Murtadhahadi, “Analisa Variasi Kecepatan Makan Dan Ketebalan Makan Terhadap Kekasaran Permukaan Material Baja St-41 Pada Proses Bubut,” J. Mesin Sains Terap., vol. 8, no. 2, hlm. 123, Sep 2024, doi: 10.30811/jmst.v8i2.5762.
[3] A. Rukma, A. R. Rasyid, dan A. M. Irfan, “Analisis Getaran Mesin Bubut Emco Maximat V13 akibat Variasi Putaran Mesin dan Kedalaman Pemakanan Pada Proses Bubut Rata Baja ST 42,” Tek. Mesin Teknol., vol. 22, no. 1 APR, Art. no. 1 APR, Jul 2021.
[4] M. W. R. B. Panuntun, F. X. E. Arianto, dan J. B. P. Manurung, “PENGARUH KECEPATAN PUTAR, KEDALAMAN PEMOTONGAN DAN LAJU PEMAKANAN TERHADAP GETARAN ARAH RADIAL PADA MESIN BUBUT CNC,” J. Inkofar, vol. 6, no. 1, Art. no. 1, Jul 2022, doi: 10.46846/jurnalinkofar.v6i1.212.
[5] M. F. Hidayat dan F. Ahmad, “PENGARUH KEDALAMAN PEMAKANAN DAN FEEDRATE PADA MESIN FRAIS TERHADAP HASIL GETARAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN,” J. Tek. Mesin, 2025.
[6] A. Rosandi, W. Sumbodo, H. Yudiono, dan K. Kriswanto, “Analisis Variasi Kecepatan Potong Dan Kedalaman Potong Terhadap Nilai Kekasaran Permukaan Dan Getaran Pada Pembubutan Silindris Material Baja ST 60,” J. Inov. Mesin, vol. 3, no. 1, hlm. 1–12, Apr 2021, doi: 10.15294/jim.v3i1.46597.
[7] M. Fachrul, “ANALISIS PENGARUH KEDALAMAN PEMAKANAN PROSES PEMBUBUTAN RATA TERHADAP GETARAN YANG DITIMBULKAN,” 2024.
[8] N. Ambhore dan D. Kamble, “EXPERIMENTAL INVESTIGATION OF TOOL WEAR AND INDUCED VIBRATION IN TURNING HIGH HARDNESS AISI52100 STEEL USING CUTTING PARAMETERS AND TOOL ACCELERATION,” Facta Univ. Ser. Mech. Eng., hlm. 623, Des 2020, doi: 10.22190/fume200116018a.
[9] G. S. Ghule dkk., “Investigation of conventional and ultrasonic vibration-assisted turning of hardened steel using a coated carbide tool,” Front. Mech. Eng., vol. 10, Apr 2024, doi: 10.3389/fmech.2024.1391315.
[10] A. Susanto, “Hubungan Parameter Pemesinan terhadap Gaya Potong, Temperatur, dan Power pada Proses Bubut Inconel 718,” ROTASI, vol. 24, no. 3, hlm. 43–49, Jul 2022.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fiqqo Azis Bagasworo, Khambali Khambali, Talifatim Machfuroh

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



