Analisis Kelayakan Tekno-Ekonomi Penerapan Sistem Photovoltaic On-Grid di Gedung FISKOM, Universitas Kristen Immanuel

Penulis

  • Anita Yuan Universitas Kristen Immanuel image/svg+xml
  • Emerita Setyowati Universitas Kristen Immanuel, Yogyakarta
  • Ramona Larosa Universitas Kristen Immanuel, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.70609/metrotech.v5i1.8500

Kata Kunci:

Studi kelayakan, PLTS atap, PV On-Grid, Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), LCOE (Levelized Cost of Electricity), Performance Ratio (PR)

Abstrak

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berbasis simulasi dengan pendekatan analisis tekno-ekonomi untuk mengevaluasi dan membandingkan beberapa skema perancangan PLTS atap. Studi kasus dilakukan di Gedung Fakultas Sains dan Komputer (FISKOM), Universitas Kristen Immanuel, dengan golongan tarif listrik sosial. Sistem yang dianalisis merupakan Photovoltaic (PV) On-Grid yang terintegrasi dengan jaringan PLN. Evaluasi dilakukan terhadap empat skema konfigurasi, yaitu Full-Roof, North-Roof, Meter-Based, dan Load-Based, menggunakan periode investasi 25 tahun dan tingkat diskonto sebesar 4,75%. Analisis ekonomi dilakukan menggunakan indikator Levelized Cost of Energy (LCOE), Net Present Value (NPV), dan Payback Period, sedangkan kinerja teknis dievaluasi melalui Performance Ratio (PR), Energy Yield, dan System Losses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oversizing sistem merupakan kendala utama dari sisi ekonomi. Skema Full-Roof tidak layak pada kondisi beban eksisting, yang ditunjukkan oleh nilai LCOE sebesar Rp12.104/kWh dan NPV negatif signifikan sebesar –Rp403.754.280 akibat produksi energi berlebih yang tidak termanfaatkan. Sementara, skema Meter-Based menunjukkan kinerja paling seimbang, dengan PR sebesar 79%, Energy Yield 1.632 kWh/kWp, System Losses 15%, serta NPV positif sebesar Rp56.033.601. Temuan ini menegaskan bahwa kelayakan sistem PV On-Grid sangat dipengaruhi oleh kesesuaian kapasitas sistem terhadap konsumsi energi aktual. Sistem berkapasitas besar dapat menunjukkan kinerja teknis yang lebih baik, namun berpotensi menimbulkan kerugian finansial apabila energi yang dihasilkan tidak terserap secara optimal. Oleh karena itu, pendekatan optimasi kapasitas, khususnya melalui skema Meter-Based, direkomendasikan untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi teknis dan kelayakan ekonomi.

Referensi

[1] Peraturan Presiden RI, “Perpres No. 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional.” p. 6, 2017.

[2] Kementerian ESDM, “Laporan Kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,” Indonesia, 2023. [Online]. Available: http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI

[3] Kementerian ESDM, “Capaian Kinerja Semester I Tahun 2024 Kementerian ESDM,” 2024. [Online]. Available: https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/kementerian-esdm-terbitkan-heesi-2022

[4] J. Katz and J. Cochran, “Integrating Variable Renewable Energy Into The Grid: Key Issues,” Article, p. 2, 2015, [Online]. Available: https://www.nrel.gov/docs/fy15osti/63033.pdf

[5] I. D. G. Y. P. Pratama, I. N. S. Kumara, and I. N. Setiawan, “POTENSI PEMANFAATAN ATAP GEDUNG PUSAT PEMERINTAHAN KABUPATEN BADUNG UNTUK PLTS ROOFTOP,” J. Spektrum, vol. 5, no. 2, pp. 119–128, Dec. 2018, doi: 10.24843/SPEKTRUM.2018.v05.i02.p15.

[6] D. Rizkasari, W. Wilopo, and M. K. Ridwan, “Optimasi Penempatan PLTS On-Grid di Gedung Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,” Universitas Gadjah Mada, 2020.

[7] Zulkifli, W. Wilopo, and M. K. Ridwan, “Analisis Kinerja PLTS Rooftop On Grid pada Gedung Pemerintah dalam Skema Ekspor Impor Energi. Studi Kasus: Gedung Kantor Setjen KESDM-Jakarta,” Universitas Gadjah Mada, 2020.

[8] A. Yuan and E. Setyowati, “Analysis of Potential for Photovoltaic Rooftop Using Helioscope Software (Case Study: Universitas Kristen Immanuel),” J. Ris. Fis. Edukasi dan Sains, vol. 11, no. 1, pp. 40–51, 2024, doi: 10.22202/jrfes.2024.v11i1.8167.

[9] A. B. Awan, “Optimization and techno-economic assessment of rooftop Photovoltaic system,” J. Renew. Sustain. Energy, vol. 11, no. 3, 2019, doi: 10.1063/1.5080551.

[10] M. T. Patel, R. Asadpour, M. Woodhouse, C. Deline, and M. A. Alam, “LCOE∗: Re-thinking LCOE for Photovoltaic Systems,” Conf. Rec. IEEE Photovolt. Spec. Conf., pp. 1711–1713, 2019, doi: 10.1109/PVSC40753.2019.8980486.

[11] E. Cotter, “Net Present Value and Payback Period: An Analysis,” pp. 1–20, 2023, [Online]. Available: https://scholarworks.wmich.edu/honors_theses/3796/

[12] Kementerian ESDM, “Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 28 tahun 2016,” Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, no. 879. pp. 2004–2006, 2016.

[13] Bank Indonesia, “BI-Rate.” Accessed: Nov. 19, 2025. [Online]. Available: https://www.bi.go.id/id/statistik/indikator/bi-rate.aspx

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Analisis Kelayakan Tekno-Ekonomi Penerapan Sistem Photovoltaic On-Grid di Gedung FISKOM, Universitas Kristen Immanuel. (2026). Metrotech (Journal of Mechanical and Electrical Technology), 5(1), 74-84. https://doi.org/10.70609/metrotech.v5i1.8500