Agroekologi sebagai Sistem Pangan yang Berkelanjutan di Suku Baduy, Kanekes, Banten, Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.33379/radikula.v1i2.1940Kata Kunci:
agroekologi, pertanian, sistem pangan, berkelanjutanAbstrak
Kajian ini berangkat dari penelitian yang dibuat untuk produksi film dokumenter Nusantara Code. Dari hasil riset untuk pembuatan film dokumenter tersebut ditemukan data-data yang dapat digunakan untuk penulisan artikel ini, khususnya data dari salah satu subyek penelitian di film tersebut, yaitu suku Baduy di Kanekes Banten. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tata cara bertani suku Baduy sebagai bentuk sistem pangan yang berbasis agroekologi. Dengan rumusan masalah bagaimana bentuk aplikasi agroekologi pada masyarakat Baduy di Kanekes, Banten. Pendekatan pada penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dengan menggunakan teori-teori cross-sectional antara bidang Antropologi, bidang pertanian, dan bidang-bidang lain yang terkait. Hasil dari penelitian ini berupa tata cara bertani yang disebut oleh masyarakat Baduy dengan Pulasara Nyai Pohaci diikuti dengan penjelasan secara etnografis dan cross-sectional dengan penjelasan keilmuan lain yang terkait.
Referensi
Carolina dan Elok Wahju Hidajat. Kajian Agroekologi terhadap Strategi Pemenuhan Kebutuhan Pangan Masyarakat di Kabupaten Belu Nusa Tenggar Timur. Jurnal Pangan vol. 25 no. 2, September 2016.
FAO Soil Bulletin No.32., Rome: FAO-UNO.
FAO, 1978. A Framework for Land Evaluation. Soil Resources Management and Conservation Service Land and Water Development Division.
Haeruman, 2000. Keterpaduan Pengembangan Wilayah Intergrasi Program Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Kawasan Tertinggal. Bogor: Lokakarya Acuan Baru Pengembangan KTI dalam Era Otonomi Daerah. 123 Hardjowigeno, 2007. Ilmu Tanah.Jakarta: Penerbit Akademika Pressindo.
Hidayah, 2010. Analisis Prioritas Komoditas Unggulan Perkebunan Daerah Kab. Buru. dalam AGRIKA vol.4 no.1mei 2010. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku.
Kiki Yulianto. Model Pertanian Berkelanjutan Masa Depan. Jurnal Tambora vol. 3, no. 2, Desember 2016.
Las, et al., 1990. Pewilayahan Agroekologi Utama Tanaman Indonesia. Bogor: Puslitbangtan.
Murdono, Suprihati, Maria Marina Herawati. 2007. Pengalaman Budidaya Gandum Selama Tujuh Tahun dan Kontribusinya Terhadap Ketahanan Pangan.Salatiga: Pusat Studi Gandum UKSW.
Perfecto, I. 2009. Agroecology and Sustainable Development.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 wulansary wulansary

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.














