Pengaruh ZPT Alami dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Cofea canephora L.)
DOI:
https://doi.org/10.33379/radikula.v2i01.2733Kata Kunci:
kopi, ZPT alami, Pupuk Kandang SapiAbstrak
Indonesia menempati posisi ke 4 dari 5 negara produsen kopi utama dunia, Tanaman kopi sebagai penghasil devisa yang tinggi dalam perekonomian Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi kopi Indonesiapada tahun lalu 2021 menjadi yang tertinggi dalam sedekade terakhir mencapai 774,6 ton. Jumlah tersebut naik 2,75% dari tahun sebelumnya sebesar 753,9 ribu ton. Perkecambahan benih kopi membutuhkan waktu lama disebabkan terjadinya dormansi benih. Pertumbuhan kopi dapat optimal dengan pemberian zat pengatur tumbuh. Media tanam yang baik dapat menghasilkan bibit kopi berkualitas, sebab dalam media yang baik terdapat unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Penelitian dilakukan di Laboratorium Tanah Rumah Kawat Politeknik Negeri Jember pada bulan februari- mei 2022. Data dianalisis menggunakan RAK Faktorial dengan uji lanjut BNJ 5%. Hasil menunjukkan perlakuan kombinasi media tanam dan konsentrasi zpt alami berpengaruh nyata pada pertumbuhan generatif kopi robusta (coffea canephora L) meliputi persentase perkecambahan, panjang akar, tinggi dan diameter bibit.
Referensi
Direktorat jendral perkebunan. (2014). Statistik Perkebunan Indonesia Kopi 2015-2017.
Girsang, R., Luta, D. A., Hrp, A. S., & Suriadi. (2019). Peningkatan perkecambahan benih bawang merah (Allium ascalonicum L.) akibat interval perendaman H2SO4 dan beberapa media tanam. Journal of Animal Science and Agronomy Panca Budi, 4(1), 24–28.
Jailani. (2022). Pengaruh pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Licopersicum esculentum Mill). Jurnal Sains Dan Aplikasi, 10(1), 1–8.
Jayanti, F., Duryat, D., & Bintoro, A. (2019). Pengaruh Pembarian Ekstrak Tauge dan Bawang Merah Pada Pertumbuhan Bibit Gaharu (Aquilaria Malaccensis). Jurnal Belantara, 2(1), 70–75.
Mulyani, C., Syukri, & Kurnian, R. (2018). Respon perkecambahan benih kopi(coffea,sp)Terhadap skarifikasi dan perendaman dalam air kelapa. 5.
Mutryarny, E., & Lidar, S. (2018). Respon Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L) Akibat Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Hormonik. Jurnal Ilmiah Pertanian, 14(2), 29–34.
Nabilah, R., Ananda, C., Sari, R. M., Ratnasari, E., & Violita, V. (2021). Respon Tahap Awal Perkecambahan Kopi Robusta (Coffea robusta L.) Akibat Perlakuan Perendaman Ekstrak Bawang Merah. In Prosiding Seminar Nasional Biologi. 1(2),1094-1104).
Nainggolan, F. (2020). Pengaruh Media Tanam terhadao Oertumbuhan Stump Mata Tidur Tanaman Karet (Hevea brasilliensis Mull. Arg). Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa, 4(1), 16–26.
Nugroho, S. A., & Kusumaningtyas, R. N. (2021). Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Sebagai Tepung Roti untuk Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Di Desa Kemuning Lor Kabupaten Jember. In Prosiding Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV). 7(3), 39-49.
Nugroho, S. A., Bagiatus, S., Setyoko, U., Fatimah, T., Novenda, I. L., & Pujiastuti, P. (2022). Pengaruh Zpt Nabati Dan Media Tumbuh Terhadap Pekembangan Kopi Robusta. Jurnal Biosense, 5(2), 62-76.
Pamungkas, S. T. P., & Nopiyanto, R. (2020). Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Alami Dari Ekstrak Tauge Terhadap Pertumbuhan Pembibitan BUDCHIP Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Bululawang (BL). Mediagro, 16(1), 68–80.
Pratiwi, N. E., Simanjuntak, B. H., & Banjarnahor, D. (2017). Pengaruh Campuran Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Stoberi (Fragaria vesca L.) Sebagai Tanaman Hias Taman vertikal. Agric, 29(1), 11.
Rahma. (2020). Efektivitas Pupuk MKM dan Ekstrak Tauge Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). Skripsi, 2(2), 80–95.
Rahmat, S. (2003). Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Pupuk Majemuk NPK Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bibit Aarabika (Cofea arabica var.catimor).
Rauzana, A., Marlina, & Mariana. (2017). Pengaruh pemberian ekstrak tauge terhadap pertumbuhan bibit lada (Piper nigrum Linn). Agrotropika Hayati, 4(3), 178–186.
Siswadi, E., Pertami, R. R. D., & Nugroho, S. A. (2022). Optimization of Production Botanily Seeds (TSS) Shallot (Alliun cepa var. ascalonicum) Biru Lancor Variety through improvement of hand pollination in the lowland. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 980, No. 1, p. 012002). IOP Publishing.
Siswadi, E., Choiriyah, N., Pertami, R. R. D., Nugroho, S. A., Kusparwanti, T. R., & Sari, V. K. (2022). Pengaruh perbedaan varietas dan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bawang merah (Allium ascalonicum L.). AGROMIX, 13(2), 175-186.
Susilawati, S., Indriati, G., & Puspitasari, M. (2020). Keanekaragaman Serangga di Pertanaman Kopi pada Tiga Jenis Pohon Penaung. In Seminar Nasional Lahan Suboptimal (No. 1, pp. 981-989).
Tandiayu, Sariani, I., & Tanan, A. (2021). Respon Bibit Kopi Robusta (Coffea canephora L.) Terhadap Pemberian Ekstrak Bawang Merah. Jurnal Ilmiah Agrosaint., 12, 21–28.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 setyo andi nugroho, Ujang Setyoko; Alfina Khusnun Nia Safitiri, Tariza Tiara Arthamurti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.














