Kajian Imbangan Resin Anion Kation Sebagai Ion Exchange Terhadap Perubahan Nilai pH dan TDS Air Baku Hidroponik

Authors

  • Irfan Dwi Putra Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Industri Pertananian, Universitas Padjadjaran
  • Nurpilihan Bafdal
  • Sophia Dwiratna N.P

DOI:

https://doi.org/10.33379/radikula.v1i2.1883

Keywords:

air baku , pertukaran ion, resin anion kation, pH, TDS

Abstract

Nilai pH dan TDS merupakan parameter penting pada hidroponik. Parameter tersebut mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Nilai pH terukur pada air baku yaitu 8,6 dan TDS yaitu 166 ppm. Berdasarkan permasalahan tersebut, upaya yang dapat dilakukan dengan metode pertukaran ion. Pertukaran ion menggunakan media resin anion dan kation. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui berbagai imbangan resin anion kation terhadap perubahan nilai pH dan TDS air baku. Selain itu, untuk mengetahui tingkat kejenuhan penggunaan resin anion kation untuk dilakukan proses regenerasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Penelitian ini memiliki enam perlakuan dengan berbagai kadar imbangan resin anion kation yaitu 1:0 ; 1:1 ; 1:2 ; 1:3 ; 2:3 dan variabel kontrol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan efektifitas terbesar yaitu pada 1:1 sebesar 87,8% dan hasil efektifitas terendah pada 2:3 sebesar 12,8%. Untuk penentuan proses regenerasi belum dapat diketahui karena nilai perubahan pH dan TDS cukup kecil, sehingga tidak dapat untuk diprediksi.

References

Desmiarti R., Martynis M., Novita J., Saputra N. 2017. Kombinasi Proses Filtrasi dan Ion Exchange Secara Kontinu pada Pembuatan Aquadm (Demineralized Water). Univ. Bung Hatta, Vol. 4 No. 1, ISSN: 2355-8776.

Grinstead dan Pallman. 1993. Metal Ionscavenging From Water With Fine Mesh Ion xchange And Micropores Membran. Environmental Progress.

Lestari, D. E., Utomo, S. B., dan Harsono. 2012. Analisis Kemampuan Resin Penukar Ion Pada Sistem Air Bebas Mineral (GCA 01) RSG-GAS. Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi Reaktor Nuklir PPRSG, 21-33.

Mattson, N., and Lieth, J. H. 2019. Liquid Culture hydroponic System Operation. In Soilless Culture. (Second Edition): Theory and Practice (pp. 567–585). Elsevier.

Metcalf and Eddy. 2003. Wastewater Engineering Treatment and Reuse (4th ed.). McGraw - Hill Companies ,inc.

Mujadin, Anwar., Syafitri, J., Riris, L.P. 2014. Pengujian Kualitas Minyak Goreng Berulang Menggunakan Metoda Uji Viskositas dan Perubahan Fisis. Jurnal AL-Azhar Indonesia Seri Sains Dan Teknologi, 2(4):229-233.

Pancawati dan Yulianto. 2016. Implementasi Fuzzy Logic Controller untuk Mengatur Ph Nutrisi pada Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique (NFT). Teknik Elektro. vol. 5, no. 2, pp. 278–289.

Partuti, T. 2014. Efektifitas Resin Penukar Kation Untuk Menurunkan Kadar Total Dissolved Solid Dalam Limbah Air Terproduksi Industri Migas. Jurnal Integrasi Proses Vol. 5, No. 1. 1 – 7.

Prayitno dan Sardjono, D. 2002. Kajian Pengaruh Regenerasi Resin Menggunakan HCL dan H2S04 Untuk Pertukaran Ion Tembaga. Puslitbang Teknologi Maju BATAN: Yogyakarta.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.

Sutopo, E. H. 2019. Proses Demineralisasi Air Tanah Menjadi Air TDS 0 PPM Menggunakan Metode Resin Penukar Ion Tunggal (Single Ionic Resin Exchange Method). Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 1 (1): 22-10, ISSN: 2686-5157.

Published

2022-12-22

How to Cite

Kajian Imbangan Resin Anion Kation Sebagai Ion Exchange Terhadap Perubahan Nilai pH dan TDS Air Baku Hidroponik. (2022). RADIKULA : Jurnal Ilmu Pertanian, 1(2), 53-60. https://doi.org/10.33379/radikula.v1i2.1883