Pembudidayaan Lebah Klanceng di Peternakan Azka Trigona Desa Jiwut, Kabupaten Blitar

Authors

  • Desi Kartikasari Universitas Islam Negeri UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung image/svg+xml
  • Muhammad Abdul Irhas Ihwanul Muslimin Universitas Islam Negeri UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung image/svg+xml
  • Desy Fadilah Adina Putri STIKES Griya Husada Sumbawa

DOI:

https://doi.org/10.70609/radikula.v2i2.3821

Keywords:

Azka Trigona, Blitar, Keanekaragaman, Lebah Klanceng

Abstract

Lebah klanceng (Trigona Sp.) termasuk lebah yang banyak dikembangbiakan secara tradisional di Indonesia. Namun produksi madu lebah klanceng masih tergolong rendah, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat harga madu klanceng lebih mahal dari madu lainnya. Penelitian dilakukan di Peternakan “Azka Trigona” Desa Jiwut, Kabupaten Blitar pada bulan mei-juni 2023. Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi terkait budidaya lebah klanceng dan mengetahui tingkah laku lebah klanceng. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh ada 8 jenis lebah klanceng, diantaranya Tetragonula leaviceps, Tetrigona biroi, Heterotrigona itama, Tetragonula drescheri, Sundatrigona moorei, Geniotrigona thoracica, Lophotrigona caniform, dan Tetragonula Klanceng putih (Fotca). Lebah klanceng memiliki cara hidup eusosial seperti pada lebah Apis. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembudidayaan lebah klanceng, diantaranya adalah habitat, suhu yang panas, jenis vegetasi (makanan), dan hama. Jenis vegetasi (sumber makanan) dari lebah klanceng yang paling banyak ditemukan adalah bunga air mata pengantin (Antigonon leptopus), dikarenakan bunga ini mudah dibudidayakan dan tidak terpengaruh oleh musim. Peternakan Azka Trigona juga memproduksi berbagai jenis olahan madu, diantaranya madu tawon, madu klanceng, madu levis, dan madu fermentasi dengan bawang lanang.

References

Aming. (2013). Budidaya Lebah Lanceng (Apis trigona). Peternakan, 1(1), 1–3.

Anaktototy, Y., Priawandiputra, W., Sayusti, T., Lamerkabel, J. S., & Raffiudin, R. (2021). Morfologi dan Variasi Morfometrik Stingless Bees di Kepulauan Maluku, Indonesia. Jurnal Entomologi Indonesia, 18(1), 10. https://doi.org/10.5994/jei.18.1.10

Chairul Haq, Siska Mitria Nova, & Amrizal (2023). Bentuk Ratu Lebah Sebagai Aspirasi Dalam Penciptaan Kriya Seni . : Educraf Journal Of Craft Education Craft Design And Creative Industries.

Delima, A. A., Pratiwi, U. M., Asriani, Jamaluddin, S. R. W., & Sari, I. (2019). Potensi Aktivitas Antimikroba Madu dan Habbatussauda Terhadap Bakteri Escherichia Coli Secara In Vitro. 2(1), 11–19.

Harjanto, S., Mujianto, M., Arbainsyah, & Ramlan, A. (2020). Budidaya Lebah Madu Kelulut Sebagai Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat.

Jannah, W. (2021). Aktivitas Terbang dan Musuh Alami Tetragonula laeviceps (Smith, 1857) serta Pemanfaatannya Sebagai Media Pembelajaran. Skripsi.

Kholil. (2020). Deskripsi Madu Trygona.

Kwapong, P; Aidoo, K; Combey, R; and Karikari, A. 2010. Stingless Bees, Importance, Management and Utilisation, A Training Manual For Stingless Beekeeping. Accra North: Unimax MacMillan

Listanti, R., Masrukhi, M., Novitasari, D., & Safitri, E. (2021). Pengembangan Usaha Budidaya Lebah Trigona sp. (Klanceng) Melalui Peningkatan Produksi dan Teknik Pengemasan di Desa Glempang Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Jurnal LPPM UNSOED, 11, 208–213.

Marshabilla. (2022). Analisis Produksi Madu dan Bee Bread Lebah Trigona biroi Berdasarkan Asal Daerah Koloninya di Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Universitas Hasanudin, Makassar, 1–33.

Michener C.D. (2013). The Meliponini. Pot-Honey: A Legacy of Stingless Bees (eds. P. Vit, R.M. Pedro & D.W. Roubik), pp. 3 – 17. New York: Springer. DOI 10.1007/978-1-4614-4960-7_24.

Mulyono, Susdiyanti, T., & Supriono, B. (2015). Kajian Ketersediaan Pakan Lebah Madu Lokal (Apis cerana fabr.). Jurnal Nusa Sylva, 15(2), 18–26.

Nuriman, Trishuta Pathiassana, M., Desi Septiani, A., Adelina Saputri, N., Gaibi, N., Lestian, & Trishuta Pathiussina, R. (2021). KARAKTERISTIK MUTU KIMIA MADU HUTAN LEBAH Apis dorsata DI KECAMATAN LUNYUK. Ilmu Pangan Dan Hasil Pertanian, 6(1), 117–126. https://doi.org/10.26877/jiphp.v6i1.12430

Ramadani, R. F. (2016). Keanekaragaman Polen dari Beberapa Spesies Stingless Bee pada Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, 37.

Ramadani, R. F., Raffiudin, R., Ariyanti, N. S., Biagioni, S., Treanore, E., & Behling, H. (2021). Stingless Bee Foraging Behavior and Pollen Resource Use in Oil Palm and Rubber Plantations in Sumatera. Jurnal Entomologi Indonesia, 18(2), 81–92. https://doi.org/10.5994/jei.18.2.81

Trianto, M., Fajri Marisa, & Moh Dahri Kisman. (2020). Tetragonula laeviceps (Hymenoptera: Apidae: Meliponini): Morphology, Morphometric, and Nest Structure. Bioeduscience, 4(2), 188–194. https://doi.org/10.22236/j.bes/424924

Published

2024-01-10

How to Cite

Pembudidayaan Lebah Klanceng di Peternakan Azka Trigona Desa Jiwut, Kabupaten Blitar. (2024). RADIKULA : Jurnal Ilmu Pertanian, 2(2), 100-112. https://doi.org/10.70609/radikula.v2i2.3821

Most read articles by the same author(s)