Uji Pertumbuhan dan Hasil Galur Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)

Penulis

  • Makhziah UPN “Veteran”, Surabaya
  • Rizky Anantiastiti Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • RR Djarwatiningsih Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.33379/radikula.v2i01.2677

Kata Kunci:

Agronomi, Galur, Cabai Rawit, Morfologi

Abstrak

Cabai rawit adalah salah satu komoditas unggulan dalam sektor hortikultura di Indonesia. Peningkatan produksi cabai dilakukan dengan kegiatan pemuliaan tanaman yang bertujuan untuk memperbaiki karakter tanaman menjadi lebih unggul dari segi kualitas maupun kuantitas yang dapat dilihat dengan melakukan uji pertumbuhan dan hasil. Penelitian bertujuan untuk menguji pertumbuhan dan hasil galur cabai rawit yang akan didaftarkan sebagai varietas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari dua jenis cabai rawit yaitu galur M1 dan varietas Ori 212. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cabai rawit galur M1 memiliki karakter yang berbeda dengan varietas pembanding. Karakter yang lebih unggul dimiliki oleh cabai rawit galur yaitu pada panjang batang dan umur panen. Karakter lain seperti tinggi tanaman, panjang batang, umur berbunga, masa berbunga, fruit set, berat buah per buah, jumlah buah per tanaman dan berat buah total per tanaman memiliki hasil yang tidak berbeda nyata pada kedua cabai rawit uji.

Referensi

Apriliyanti, N.F., Seotopo, L. dan Respatijarti, R. (2016). Keragaman Genetik Pada Generasi F3 Cabai (Capsicum ahennuum L.). Jurnal Produksi Tanaman, 4(3): hal. 209-217 https://doi.org/10.21176/protan.v4i3.283.

Dewi, T.S.K., Aziez, A.F., Suprapti, E., Priyadi, S. dan Fatmala, H.A. (2022). Influence of Polybag Size and Interval of Liquid Organic Fertilizer of Banana Stones on The Growth and Results of Chilli Variety. JURNAL ILMIAH AGRINECA, 22(1), pp.40-49.

Hafsah, S., Rahmawati, M., Hayati, E. and Syukur,M. (2021), February. Characterization of several collection genotypes of Cayenne Chili (Capsicum frustescens) in Aceh. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 667(1): 12-18 hal. https://doi.org/ 10.1088/1755-1315/667/1/012018.

Hakim, A., M. Syukur dan Y. Wahyu. (2018). Evaluasi Karakter Kualitatif dan Kuantitatif 20 Genotipe Cabai Rawit Merah (Capsicum frutescens L.) Koleksi IPB. J. Comm. Horticulturae, 2 (1) : 20-27. DOI: http://dx.doi.org/10.29244/chj.2.1.20-27.

Indah, A.N., Purnamaningsih, S.L. dan Ardiarini, N.R. (2018). Uji Sembilan Genotip Potensial Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Tahan Virus Gemini Hasil Pemisahan dari Populasi Campuran. Jurnal Produksi Tanaman, (10), pp.2501-2507.

Kementerian Pertanian. (2021). Simcabai: Nilai Gizi Cabai Rawit. http://horti.pertanian.go.id/simcabai/page/index/caberawit-gizi Diakses pada Tanggal 03 November 2021.

Nisa, A. and Ambarwati, E. (2020). Keragaman Morfologi Bunga dan Buah Dua Puluh Aksesi Cabai (Capsicum sp.). Vegetalika, 11(4), pp.280-291.https://doi.org/10.22146/veg.63923.

Qasim, W. A. (2013). Penampilan Fenotipik, Variabilitas dan Heritabilitas 32 Genotipe Cabai Merah Berdaya Hasil Tinggi. Jurnal Agronomi Indonesia. 1 (2):140.https://doi.org/10.24831/jai.v41i2.7519.

Rahayu, F.S. dan Purnamaningsih, S.L., (2018). Uji daya hasil pendahuluan enam galur cabai rawit (Capsicum frustescens). Jurnal Produksi Tanaman,6(3), pp.386-391.

Rizki, H.B., Puspita, F. and Adiwirman, A., (2018). Uji Beberapa Tricho-kompos Terformulasi terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Cabai Merah(Doctoral dissertation, Riau University).

Sari, Y. (2010). Pengaruh Konsentrasi GA3 dan Pemupukan NPK TerhadapKeragaan Tanaman Cabai Sebagai Tanaman Hias Pot. Skripsi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Setiawan, B.A., Purwanti dan Toekidjo. (2012). Pertumbuhan Dan Hasil Benih Lima Varietas Cabai Merah (Capsicum Annum L.) Di Dataran Menengah.Skripsi. Fakultas Pertanian Gadjah Mada. Yogyakarta.

Syukur, M., Sriani S., Rahmi Y dan Khaerin, N. (2012). Pendugaan Komponen Ragam, Heritabilitas dan Korelasi untuk Menentukan Kriteria Seleksi Cabai (Capsicum annum L.) Populasi F5. Jurnal Hortikultura Indonesia 1(3):74-80.https://doi.org/10.29244/jhi.1.2.74-80

Vivianthi, Eka L. (2012). Penampilan 21 Hibrida Silang Tunggal yang Dirakit Menggunakan Varietas Jagung Lokal Pada Kondisi Input Rendah. Jurnal Penelitian Pengelolaan sumber Daya Alam dan Lingkungan.1(3):153-158.

Wasonowati E, D. (2011). Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Tomat(Lycopersicum esculentum. Mill) Dengan sistem hidroponik. Jurnal Agrovigor. 4(1):21-28. DOI: https://doi.org/10.21107/agrovigor.v4i1.273.

Ziaulhaq, W. and Amalia, D.R., (2022). Pelaksanaan Budidaya Cabai Rawit sebagai Kebutuhan Pangan Masyarakat. Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics, 1(1),pp.2736.https://doi.org/10.55927/ijaea.v1i1.812.

Zuhry, E. Deviona. Dan M. Syukur. (2012). Uji Daya Hasil Beberapa Genotipe Cabai (Capsicum annum L.) Toleran Pada Lahan Gambut. Jurnal Agrotek Trop. 1(2):1-7.

Unduhan

Diterbitkan

2023-06-20

Cara Mengutip

Uji Pertumbuhan dan Hasil Galur Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). (2023). RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian, 2(1), 1-9. https://doi.org/10.33379/radikula.v2i01.2677