Pengaruh Tinggi Bedengan dan Dolomit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

Penulis

  • Aldira Safira Hartono UPN "Veteran" Jawa Timur
  • Ida Retno Moeljani UPN "Veteran" Jawa Timur
  • Juli Santoso UPN "Veteran" Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.70609/radikula.v3i2.5350

Kata Kunci:

Bawang merah, Dolomit, Tinggi bedengan

Abstrak

Bawang merah mengalami peningkatan hasil produksi yang terus menerus. Penanaman bawang merah pada musim penghujan menjadi kendala bagi petani, karena bawang merah merupakan tanaman yang rentan terkena penyakit busuk akar disebabkan oleh genangan air dan tanah yang tidak optimal untuk bawang merah. Solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan menaikkan tinggi bedengan dan dolomit. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil yang optimal dari kombinasi perlakuan tinggi bedengan dan dolomit terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilakukan di Lahan Pertanian UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Padi dan Palawija, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian disusun melalui Rancangan Petak Terbagi (RPT) meliputi 2 faktor, yakni tinggi bedengan (tinggi bedengan 30 cm (kontrol), tinggi bedengan 40 cm, dan tinggi bedengan 50 cm) dan dolomit (0 ton/ha, 2,25 ton/ha, 4,5 ton/ha, dan 6,75 ton/ha. Variabel pengamatan yang digunakan adalah panjang tanaman, jumlah anakan per rumpun, dan berat kering tanaman.

Referensi

Ilham, F. (2019). Pengaruh Pemberian Dolomit terhadap Sifat Kimia Tanah Gambut dan Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascolonicum L.). Jurnal Solum, 16 (1) : 29-39.

Kartinaty, T., H. Hartono, and S. Serom. (2018).Penampilan Pertumbuhan Dan Produksi Lima Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum) Di Kalimantan Barat. Buana Sains, 18(2): 103–108.

Manurung, A. I dan Vindo. (2020). Pengaruh Dosis Dolomit dan Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Vietnam. Jurnal Agrotekda, 3 (2): 103-116.

Moephulli, S. (2011). Guide To Growing Vegetables. Cape Town: Farming SA.

Osman, K.T. (2013). Soils, Principle, Properties and Management. Department of Soil Science Univ of Chittagong. Springer. London.

Rahayu, E dan A, Nur. (2015). Bawang Merah. Penebar Swadaya, Cet 12. Jakarta.

Sholihah, S. (2023). Komoditas Pertanian Subsektor Hortikultura Bawang Merah. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian.

Susilawati., S, Kurniawan., S, A, Suwigno dan H, Renih. (2014). Adaptasi Beberapa Varietas Unggul Kedelasi yang Berdaya Hasil Tinggi dengan Pemberian Dolomit dan Urea di Lahan Pasang Surut. Jurnal Lahan Suboptimal, 3(2): 126-131.

Sutedjo, M.M. (2002). Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.

Wahyuni, S. (2017). Pengaruh Pemberian Dolomit dan Konsentrasi Mol Bonggol Pisang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascolonicum L.). Jurnal Logika, 19 (1) : 51-62.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-31

Cara Mengutip

Pengaruh Tinggi Bedengan dan Dolomit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). (2024). RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian, 3(2), 13-17. https://doi.org/10.70609/radikula.v3i2.5350

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama