COLLABORATIVE GOVERNANCE PADA BUMDES KETAPANRAME KABUPATEN MOJOKERTO

Authors

DOI:

https://doi.org/10.36636/jogiv.v5i1.2110

Keywords:

BUMDes, collaborative governance, desain kelembagaan, politicall will, masyarakat

Abstract

Tulisan ini mencoba untuk melihat bagaimana pengelolaan BUMDes Ketapanrame Kabupaten Mojokerto sebagai BUMDEs terbaik di Jawa Timur, khususnya dengan melihat proses kolaborasi antara pemerintah desa dengan masyarakat (collaborative governance). Metode pencarian data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara , hingga dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa collaborative governance merupakan alternative yang tepat untuk dipilih  dalam pengelolaan BUMDes. Kolaborasi mampu menyelesaiakan permasalahan pengelolaan BUMDes yang kebanyakan disebabkan oleh faktor terbatasnya sumber daya. Keberhasilan proses kolaborasi disebabkan oleh beberapa faktor yatu: politicall will dari pemerinath desa sebagai leading sector dan mewujudkan kepemimpinan yang fasilitatif; desain kelembagaan yang baik yang ditunjukkan dengan pembentukan aturan dan prosedur yang jelas melalui MOU; pembentukan struktur organisasi yang jelas dan desentralisasi tugas dan fungsi; transparansi pengelolaan BUMDes dengan membentuk badan pengawas dari masyarakat; serta terakhir adalah kepercayaan publik yang tinggi yang mendorong adanya partisipasi masyarakat.

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Dewi, R. T. (2012). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Collaborative Governance dalam Pengembagan Industri Kecil (Studi Kasus Tentang Kerajinan Reyog dan Pertunjukan Reyog Di Kabupaten Ponorogo). 1–123.

Febrian, R. A. (2016). COLLABORATIVE GOVERNANCE IN THE DEVELOPMENT OF RURAL AREAS (Review of the Draft and Regulation). Jurnal Kajian Pemerintah, II, 200–208. http://journal.uir.ac.id/index.php/wedana/article/view/1824 diakses pada tanggal 5 April 2019 pukul 02:55 WIB

Iyan, Asriansyah S Mawung, B. M. (2020). No Title. Journal of Environment and Management, 5.

Kurniasih, D.-. (2017). Model Penguatan Kelembagaan Pada Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (Slbm) Di Kabupaten Banyumas (Suatu Pendekatan Collaborative Governance). Sosiohumaniora, 19(1), 1–7. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v19i1.7888

Maulana, R. Y. (2020). Collaborative Governance in the Implementation of E-Government-Based Public Services Inclusion in Jambi Province, Indonesia. Journal of Governance, 5(1), 91–104. https://doi.org/10.31506/jog.v5i1.7317

Prasetyo, Tri, M. S. (2020). Universitas Gadjah Mada, 2021 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/. 1006–1014.

Sharul. (2020). Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-75 Tahun 2020. Semangat Nawa Bhakti Satya untuk Jawa Timur Maju. Harianmerdekapost.Com. https://harianmerdekapost.com/peringatan-hari-jadi-provinsi-jawa-timur-ke-75-tahun-2020-semangat-nawa-bhakti-satya-untuk-jawa-timur-maju/

Sofi, K., & Mutiarin, D. (2018). Collaborative Governance in the Management of Village Owned Enterprises Ponggok Sub District Polanharjo District Klaten Central Java 2016. Journal of Government and Civil Society, 2(2), 127. https://doi.org/10.31000/jgcs.v2i2.1028

Suyanto, B. (2001). Kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat miskin. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 14(4), 25–42.

Wahyu Nurdiyanto. (2021). No TitleKetapanrame Masuk 10 Besar Nasional Desa Brilian Anugerah BRI. Jatimtimes.Co.Id. https://jatim.times.co.id/news/berita/ubhapkktv8/ketapanrame-masuk-10-besar-nasional-desa-brilian-anugerah-bri

Published

2023-03-28

How to Cite

COLLABORATIVE GOVERNANCE PADA BUMDES KETAPANRAME KABUPATEN MOJOKERTO . (2023). Journal of Governance Innovation, 5(1), 161-174. https://doi.org/10.36636/jogiv.v5i1.2110