Potensi dan Pengembangan Wisata Goa Coban Perawan Sebagai Daya Tarik Wisata Dikabupaten Malang
DOI:
https://doi.org/10.33379/attamkin.v6i2.3683Kata Kunci:
potensi, pengembangan, wisata, goa coban perawanAbstrak
Adanya perkembangan di masayarakat, saat ini menunjukkkan bahwa adanya pengembangan wisata Goa Coban Perawan merupakan hal yang sangat representative sebagai salah satu pengembangan wilayah di suatu daerah. Dalam hal ini wisata tersebut bertujuan untuk mengembangkan potensi desa agar dapat berkembang dan menjadi potensi wisata. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pengembangan tata kelola wisata Goa Coban perawan. Adapun langkahnya meliputi : (1) Mencari akar masalah yang menjadi pengembangan destinasi wisata Goa Coban Perawan; (2) memberikan rekomendasi pengelolaan tempat wisata melalui workshop dan pelatihan sehingga berkelanjutan untuk pengelolaan tempat wisata; (3) perbaikan akses jalan menuju tempat wisata.
Kata Kunci: potensi dan pengembangan, wisata Goa Coban Perawan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Alif Achadah, M. Wildan Hafidz, Abdurrahman Sholeh

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author who wishes to publish articles in this journal agree with the following conditions:
- Author retains the copyright and simultaneously provides the journal the first publishing rights of the manuscript under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an initial job writing and publishing statement in this journal.
- The author can include in separate additional contractual arrangements for the rich version of non-exclusive distribution of journal publications (eg posting it to the institutional repository or publishing it in a book), with recognition of publishing initially in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post their work online (for example: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful citations of published works. (See open access policy).