Kinerja Kelembagaan, Relasi Struktural, dan Koalisi Advokasi Pemerintah Daerah: Studi kasus Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Malang
DOI:
https://doi.org/10.36636/dialektika.v8i2.2993Kata Kunci:
kemiskinan, tata kelola kolaboratif, lembagaAbstrak
Penelitian ini menganalisis pengentasan kemiskinan melalui pendekatan collaborative governance (CG) yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang. Kabupaten Malang menyumbang angka kemiskinan yang tinggi di Jawa Timur. Dengan menggunakan CG. Metodologi kualitatif digunakan di dalam penelitian ini. Wawancara dan studi dokumentasi menjadi teknik yang digunakan sepenuhnya dalam proses mendapatkan data dan informasi. Ditemukan bahwa pada aspek pengaturan secara kelembagaan; tidak didapati ketetapan hukum dalam bentuk apapun yang menyebutkan secara eksplisit unsur kolaborasi dalam penanggulang kemiskinan, namun dalam aspek strategi dan konsep pengentasan kemiskinan tertulis pada Misi ke-5 Kabupaten Malang dan juga terdapat pada RPJMD 2016-2021. Selanjutnya dalam konteks hubungan struktural menunjukan bahwa pola interaksi dan konektifitas kolaborasi dalam upaya meminimalisasi tingkat kemiskinan di Kabupaten Malang hanya berlangsung secara horizontal lintas OPD. Terakhir pada aspek advokasi koalisi, secara spesifik tidak terdapat koalisi khusus yang dibentuk dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Malang.
Referensi
Andriyanto, I. (2011). Strategi Pengelolaan Zakat dalam Pengentasan Kemiskinan. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 19(1), 25. https://doi.org/10.21580/ws.19.1.211
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Ariyani, N., Fauzi, A., Juanda, B., & Beik, I. S. (2015). Evaluasi Program Pengentasan Kemiskinan Menggunakan Metode Rappoverty. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik, 6(2), 181–197. https://doi.org/10.22212/JEKP.V6I2.347
Bott, R. (2007). Era Baru dalam Pengentasan Kemiskinan di Indonesia (Ikhtisar). The World Bank, 1–403. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2
BPS, J. (2020). BPS Provinsi Jawa Timur. Retrieved February 25, 2021, from https://jatim.bps.go.id/subject/23/kemiskinan-dan-ketimpangan.html#subjekViewTab3
Emerson, K., & Gerlak, A. K. (2014). Adaptation in Collaborative Governance Regimes. Environmental Management. https://doi.org/10.1007/s00267-014-0334-7
Emerson, K., & Nabatchi, T. (2015). Collaborative governance regimes. Collaborative Governance Regimes. https://doi.org/10.1111/padm.12278
Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29. https://doi.org/10.1093/jopart/mur011
Grint, K. (2005). Problems, problems, problems: The social construction of “leadership.” Human Relations, 58(11), 1467–1494. https://doi.org/10.1177/0018726705061314
Kushandajani. (2013). Aplikasi Community Governance Dalam Pengelolaan Program Penanggulangan Kemiskinan. POLITIKA : Jurnal Ilmu Politik, 4(1), 1–10.
Malang, B. Peraturan Daerah Kabupaten Malang No. 14 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2016 – 2021 (2018). Malang.
McKenzie, R. T., & Lipset, S. M. (1962). Political Man; The Social Bases of Politics. The British Journal of Sociology. https://doi.org/10.2307/587255
Pattinama, M. J. (2009). Pengentasan Kemiskinan Dengan Kearifan Lokal (Studi Kasus di Pulau Buru-Maluku dan Surade-Jawa Barat. Makara, Sosial Humaniora, 13(1), 1–12.
Rahmatiani, L. (2016). Nilai Kearifan Lokal Sunda Sebagai Basis Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governance). Civics.
Saharuddin, & . S. (2009). Pemberdayaan Masyarakat Miskin Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 3(1), 17–44. https://doi.org/10.22500/sodality.v3i1.5873
Setiawan, A., Bakri, S., Effendi, A., & Nurhaida, I. (2014). Karakterisasi parameter model prediksi untuk eleviasi dari perangkap kemiskinan melalui intervensi kebijakan fiskal. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 27(2), 65–76. https://doi.org/10.20473/MKP.V27I22014.65-76
Sobari, W. (Department of P. S. F. U., Pohan, I. A. (Department of P. S. F. U., Bachtiar, R. (Department of G. F. U., Kurniawan, A. F. (Department of I. R. F. U., & Wahyudi, J. (Department of P. S. F. U. (2019).
Evaluasi Mata Kuliah Kewirausahaan dan Pengembangan Desain Mata Kuliah dan Kurikulum Berpendekatan Kewirausahaan Politik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya. - (Vol. ). Malang.
Susilo, A. T. H. (2018). Institutional Settings in Poverty Reduction Program: A contribution to the raise of new elites in rural Java. Jurnal Ilmu Politik, 9, 6–19.
Ustama, D. D. (2009). Peranan Pendidikan dalam Pengentasan Kemiskinan. Ilmu Administrasi Dan Kebijakan Publik, 6(1), 1–12.
Weible, C., & Sabatier, P. (2006). A Guide to the Advocacy Coalition Framework, (December 2006), 123–136. https://doi.org/10.1201/9781420017007.pt3
Widodo, A., Waridin, W., & Kodoatie, J. M. (2012). Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah di Sektor Pendidikan dan Kesehatan terhadap Pengentasan Kemiskinan melalui Peningkatan Pembangunan Manusia di Provinsi Jawa Tengah. JURNAL DINAMIKA EKONOMI PEMBANGUNAN. https://doi.org/10.14710/jdep.1.1.25-42
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Primadiana Yunita, Ibnu Asqori Pohan, Wifka Rahma Syauki

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





