Penggunaan Capital Asset Pricing Model Dalam Menentukan Required Return Dan Systematic Risk Saham Individual
DOI:
https://doi.org/10.36636/dialektika.v5i1.418Kata Kunci:
Capital Asset Pricing Model, Systematic Risk, Required ReturnAbstrak
Dalam upaya mengembangkan industri pasar modal di Indonesia, BEI senantiasa mengedukasi dan mengembangkan industri ke arah yang lebih baik, tujuan BEI tidak semata fokus pada penambahan jumlah investor baru, namun juga berupaya untuk menanamkan kebutuhan berinvestasi di pasar modal, yang secara tidak langsung akan meningkatkan jumlah investor aktif di pasar modal Indonesia. Yuk Nabung Saham merupakan bentuk kampanye untuk mengajak seluruh masyarakat menjadi calon pemodal untuk berinvestasi dengan membeli Saham secara rutin dan berkala. Sehingga, masyarakat Indonesia mulai bergerak dari saving society menjadi investing society. Penelitian ini dilakukan dibidang kajian analisisi investasi dan portofolio, pada pasar modal. Penelitian ini bersifat explanatory yang menjelaskan analisis investasi dan portofolio dengan menggunakan metoda capital asset pricing model sebagai alat untuk pengambilan keputusan investasi pada saham individual dengan populasi penelitian saham yang tergabung pada indeks IDX30 BEI. Model CAPM dapat menentukan minimum required return harga suatu asset dari investasi yang berisiko pada kondisi ekuilibrium. Dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non random sampling pada metoda purposive random sampling dikumpulkan melalui data sekunder dengan teknik pengumpulan data cross section. Penelitian ini mengacu kepada dua variabel yaitu, required return yang merupakan tingkat pengembalian yang diharapkan akan direalisasikan dari suatu investasi, dan Systematic risk sebagai suatu ukuran risiko yang tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi, yang mana merupakan risiko yang masih menjadi masalah bagi investor. Hasil penelitian diperoleh bahwa, semakin besar nilai required return, semakin besar pula nilai βi saham tersebut begitu pula sebaliknya semakin kecil nilai required return semakin kecil pula nilai βi saham tersebut.
Referensi
Asri, Marwan. Keuangan Keperilakuan. Kedua. BPFE Yogyakarta, 2015.
Basri. dan Gitosudarmo, Indriyo. Manajemen Keuangan. Edisi Keempat. BPFE Yogyakarta, 2002.
Brigham, Eugene F., dan Houston, Joel F. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Cetakan Kedua. Buku Satu. Salemba Empat Jakarta, 2019.
Gunarianto. Manajemen Investasi dan Portofolio. Cetakan Pertama. Selaras Media Kreasindo Malang, 2014.
Halim, Abdul. Analisis Investasi. Salemba Empat Jakarta, 2005.
Jogiyanto, H. M. Teori Portofolio Dan Analisis Investasi. Edisi Kedua. Cetakan Pertama. BPFE Yogyakarta, 2000.
Keown, Arthur J., et.al. Manajemen Keuangan: Prinsip dan Penerapan. Edisi Kesepuluh. Jilid Satu. Edisi Bahasa Indonesia. PT. Indeks, 2008.
Samsul, Mohamad. Pasar Modal dan Manajemen Portofolio. Erlangga Jakarta, 2006.
Sujarweni, V. Wiratna. SPSS untuk Penelitian. Pustaka Baru Press Yogyakarta, 2015.
Sunariyah. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Edisi Ketiga. (UPP) AMPYKPN Yogyakarta, 2003.
Sundjaya, Ridwan. S. dan Barlian, Inge. Manajemen Keuangan Dua. Edisi Kedua. Literata Lintas Media Jakarta, 2001.
Suteja, Jaja dan Gunardi, Ardi. Manajemen Investasi dan Portofolio. Cetakan Pertama. Refika Aditama Bandung, 2016.
Wardiyah, Mia Lasmi. Manajemen Pasar Uang dan Pasar Modal. Cetakan Pertama. Pustaka Setia Bandung, 2017.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Adita Nafisa, Doni Teguh Wibowo

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





