Kecerdasan Budaya Dalam Proses Pencegahan dan Resolusi Konflik di Kabupaten Sumbawa

Penulis

  • Amrullah Amrullah
  • Muslim Muslim
  • Sri Nurhidayati
  • wiwi Noviati
  • M Salahuddin

DOI:

https://doi.org/10.36636/dialektika.v3i1.88

Kata Kunci:

Kecerdasan Budaya, Pencegahan, Resolusi, Konflik

Abstrak

Masyarakat Sumbawa dikenal sebagai masyarakat yang heterogen, karena dihuni oleh penduduk dari berbagai suku, etnis, bahasa dan agama dengan konsekuensi terhadap pembawaan adat-istiadat serta sistem hidup yang berbeda-beda. Kondisi ini adalah salah satu modal utama yang jika disalahgunakan akan bisa berdampak negatif dengan munculnya sentimen-sentimen dan konflik komunal yang bisa merusak sistem kehidupan bermasyarakat. Proses mediasi, arbitrasi dan negosiasi adalah salah satu pendekatan yang digunakan  dalam meresolusi konflik selama ini. Sedangkan masih banyak metode atau pendekatan lain yang dirasa cukup efektif dan kadang terlupakan dalam pendekatan pencegahan dan resolusi konflik yaitu melalui pendekatan Kecerdasan Budaya.Sehingga riset ini, mencoba mengangkat masalah urgensi kecerdasan budaya dalam mencegah dan meresolusi konflik. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1).Faktor-faktor apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat?, 2). Siapa saja yang berperan sebagai struktural, akselerator dan pemakin atau trigger dalam konflik tersebut?, 3). Pendekatan apa saja yang selama ini digunakan dalam upaya mencegah dan menyelesaikan konflik dalam masyarakat oleh pemerintah?, 4). Mengapa kecerdasan budaya sangat penting dalam mencegah dan menyelesaikan konflik tersebut?

Metode riset yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif.Dengan tujuan agar pengungkapan fenomena di lokasi penelitian secara leluasa memungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal karena data tersebut valid dan dapat dipertanggung- jawabkan secara ilmiah dan rasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada  yaitu teknik observasi, interview dan dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dari proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan keabsahan datayang terdiri dari Derajat kepercayaan (credibility), Keteralihan (transferability), Ketergantungan (dependability), dan Kepastian (comfirmability).

Hasil penelitian, bahwa Terjadinya konflik di Kabupaten Sumbawa disebabkan karena adanya faktor Struktural, Akselerator dan Trigger (SAT) konflik, misalnya seperti: masih ada dan kuatnya Political Memory dalam Masyarakat. Serta pentingnya Kecerdasan Budaya dalam mencegah dan menyelesaikan konflik, karena semua aspek-aspek yang ada dalam Kecerdasan Budaya seperti: Pengetahuan, Strategi, Motivasi dan Perilaku ternyata memiliki relevansi dan kemampuan untuk mendorong dan menciptakan suasana yang aman, damai dan harmonis dalam masyarakat sepanjang masyarakat bisa dan mampu menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Kata Kunci: Kecerdasan Budaya, Pencegahan, Resolusi, Konflik

Diterbitkan

2018-05-15

Cara Mengutip

Kecerdasan Budaya Dalam Proses Pencegahan dan Resolusi Konflik di Kabupaten Sumbawa. (2018). DIALEKTIKA: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial, 3(1), 1-32. https://doi.org/10.36636/dialektika.v3i1.88