PELATIHAN KARAWITAN SEBAGAI UPAYA PENANAMAN LITERASI BUDAYA PADA CALON GURU MI
DOI:
https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v2i1.2128Kata Kunci:
karawitan, literasi budaya, guru MIAbstrak
Indonesia merupakan negara yang memiliki suku bangsa, budaya dan kepercayaan yang beragam, oleh sebab itu sebagai warga Negara Indonesia penting untuk memiliki pemahaman terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Banyak permasalahan yang terjadi di masyarakat karena kurangnya pemahaman warga Negara terhadap budaya yang semakin lama semakin terkikis akibat kebebasan penggunaan dan kemajuan teknologi. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia tenttu memilki tanggungjawab untuk mencegah terjadinya permasalahan yang mungkin akan berakibat fatal tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan. Peserta didik perlu dibiasakan dan diajarkan untuk berperilaku sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Melalui literasi budaya diharapkan siswa mampu mengambil sikap sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Sebelum mengajarkan kepada pendidik, tentu pendidik perlu mempelajarai dan memahami tentang literasi budaya terlebih dahulu. Salah satu kegiatan literasi budaya adalah mengenal budaya daerah asal yang dalam kegiatan ini adalah mengenal seni karawitan. Karawitan adalah kesenian yang berkembang di pulau jawa dengan pembawaan seni atau music yang lembut dan halus. Dalam seni karawitan selain menawarkan suara dan music, juga sarat dengan nilai social, moral dan spiritual. Dalam lirik tembang yang dinyanyikan juga berisi tentang nasihat, atau ajaran moral dan tuntunan budu pekerti luhur. Melalui kegiatan pelatihan karawitan untuk calon guru MI/SD diharapkan dapat memberikan pemahamahan tentang budaya serta karakter yang terkandung didalamnya, yang nantinya dapat diajarkan kepada para peserta didik.
Referensi
Nahudin, Y. E. (2017). PEMILIHAN UMUM DALAM SISTEM DEMOKRASI PRESPEKTIF SILA KE- 4 PANCASILA. Jurnal Cakrawala Hukum, 8(2), 240–249. https://doi.org/10.26905/idjch.v8i2.1670
Njatrijani, R. (2018). Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang. Gema Keadilan, 5(1), 16–31. https://doi.org/10.14710/gk.2018.3580
Pratama, D. Y., Iqbal, I. M., & Tarigan, N. A. (2019). MAKNA TELEVISI BAGI GENERASI Z. Inter Komunika : Jurnal Komunikasi, 4(1), 88. https://doi.org/10.33376/ik.v4i1.292
Rosad, A. M. (2019). IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MANAGEMEN SEKOLAH. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 5(02), 173. https://doi.org/10.32678/tarbawi.v5i02.2074
Saidah, Z.-. (2021). PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA ANAK USIA DINI DI ERA DIGITAL. AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal), 31(1), 1. https://doi.org/10.24235/ath.v31i1.8430
Savira, A. N., & Fatmawati, R. (2018). PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERAMAH INTERAKTIF. 1.
Septiana, A. H. Z., & Indrawati, D. (2020). ANALISIS LAGU DAERAH SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA. 08.
Wiyono, H. (2012). PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BINGKAI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH. 2.







