PENGUATAN SOLIDARITAS SOSIAL MELALUI KHOTBAH SHOLAT IDUL FITRI DI POLRES MALANG
DOI:
https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v5i2.9482Kata Kunci:
idul fitri, khotbah, solidaritas sosialAbstrak
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial melalui penyampaian khotbah pada Sholat Idul Fitri di Polres Malang. Momentum Idul Fitri memiliki nilai strategis sebagai sarana refleksi spiritual sekaligus penguatan hubungan sosial pasca pelaksanaan ibadah Ramadan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian khotbah sebagai bentuk edukasi keagamaan, dengan menggunakan pendekatan komunikatif dan kontekstual. Jamaah yang terdiri dari anggota kepolisian dan masyarakat umum. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dari jamaah terhadap pesan yang disampaikan, khususnya terkait pentingnya sikap saling memaafkan, peningkatan kepedulian sosial, serta pemeliharaan persatuan dan kebersamaan. Kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya solidaritas sosial sebagai fondasi dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan kondusif.
Referensi
Alexander, J. C. (2021). The civil sphere (updated ed.). Polity Press.
Anthony Giddens. (1984). (n.d.). The constitution of society. Polity Press.
Arikunto, S. (2013). (n.d.). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Azra, A. (2015). (n.d.). Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal. Bandung: Mizan.
Bradford, B., Murphy, K., & Jackson, J. (2020). Officers as mirrors: Policing, procedural justice, and public trust. The British Journal of Criminology, 60(4), 1–20. https://doi.org/10.1093/bjc/azz090
Clifford Geertz. (1973). (n.d.). The interpretation of cultures. Basic Books.
Creswell, J. W. (2016). (n.d.). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Durkheim., E. 1983. (n.d.). The division of labor in society. Free Press.
Effendy, O. U. (2015). (n.d.). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Imam Nawawi. (n.d.). (n.d.). Hadis arbain nawawi.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020). (n.d.). Moderasi beragama. Kementerian Agama Republik Indonesia.
Knoblauch, H. (2020). The communicative construction of reality. Communications, 45(1), 1–15. https://doi.org/10.1515/commun-2019-2034
Koentjaraningrat. (2009). (n.d.). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Moleong, L. J. (2018). (n.d.). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyana, D. (2017). (n.d.). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasution, S. (2020). (n.d.). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.
Nurcholish Madjid. (1992). (n.d.). Islam doktrin dan peradaban. Paramadina.
Peter L. Berger, & Thomas Luckmann. (1966). (n.d.). The social construction of reality. Anchor Books.
Robert K. Merton. (1968). (n.d.). Social theory and social structure. Free Press.
Shihab. 2002, Q. (n.d.). Membumikan Al-Qur’an. Mizan.
Soerjono Soekanto 2012. (n.d.). Sosiologi Suatu Pengantar. Rajawali Pers.
Sudjana, N. (2014). (n.d.). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Talcott Parsons. (1951). (n.d.). The social system. Free Press.
Tyler, T. R., & Jackson, J. (2019). Popular legitimacy and the exercise of legal authority. Annual Review of Law and Social Science, 15, 1–19. https://doi.org/10.1146/annurev-lawsocsci-101518-042913
Wibisono, S., Louis, W. R., & Jetten, J. (2021). Religious identity, social cohesion, and intergroup relations. Group Processes & Intergroup Relations, 24(6), 1–17. https://doi.org/10.1177/1368430220930317







