Pembuatan Media Terapi Rileksasi Menggunakan Garam Hangat dan Tanaman Serai (Cymbopogon citratus)
DOI:
https://doi.org/10.33379/icom.v3i4.3590Kata Kunci:
Cymbopogon citratus, Garam hangat, Penyakit Degeneratif, Stres, Terapi rendam kakiAbstrak
Penyakit degeneratif adalah penyakit yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Pola hidup dan stress merupakan faktor resiko dari penyakit degeneratif sehingga diperlukan terapi untuk mengendalikan hal ini. Salah satu cara pengendalian stres yaitu dengan melakukan terapi non farmakologi menggunakan media terapi rileksasi garam hangat dengan tanaman serai. Tujuan Pengabdian Masyarakat adalah untuk pengendalian pencegahan penyakit degeneratif dengan memanfaatkan tumbuhan yang ada di sekitar. Garam dipilih karena mengandung zat seperti natrium dan sodium sehingga mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh dan berfungsi dalam transmisi saraf dan kerja otot. Metode rendam kaki dengan air hangat garam dan serai memiliki manfaat yaitu menghilangkan stress, membuat terasa hangat dan meningkatkan relaksasi otot. Tahap yang dilakukan yaitu observasi lapangan, komunikasi dengan kader, pemaparan tentang cara pembuatan dan penggunaan media terapi garam hangat dengan tanaman Serai. Mitra sangat antusias mengikuti kegiatan ini dengan ikut serta dalam demo praktek penggunakan media terapi garam hangat dengan Serai dengan hasil setuju 80%.
Referensi
Aisyah, N. & Ida, N.I. (2023). Penerapan Rendam Kaki Air Hangat dengan Garam dan Serau pada Lansia Hipertensi di Desa Kaliwungu Kabupaten Semarang. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan. 1 (3).
Carsita, W.N. (2018). Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat ditambah Garam Terhadap Tingkat Stres Pekerja di PT X. The Indonesian Journal of Health Science. 10 (2).
Damayanti, D. (2014). Perbedaan Tekanan Darah Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Hidroterapi Rendam Hangat Pada Penderita Hipertensi Di Desa Kebondalem Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang.
Fitrina, Y, Dian, A & Liza, A. 2021. Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat dengan Garam dan Serai terhadap Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi. Prosiding Seminar Kesehatan Perintis. 4 (2). 1-10.
Khoirunnisa, M.A & Ida, N. Pengaruh Terapi Panas (Rendam Kaki) Terhadap Penurunan Skala Nyeri Ekstremitas Pada Pasien Dengan Hipertensi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Medika DRG. Suherman. 5 (1). 156-159.
Liszayanti, F & Sri, R. (2019). Pengaruh Terapi Rendam Kaki Dengan Air Hangat dan Serai Terhadap Tekanan Darah Ibu Hamil Penderita Pre Eklamsi. Prosiding Mahasiswa Seminar Nasional Unimus. 2. 299-309.
Natalina, Y, Delima, Ima, S, Tuti, M., Mimik, R., Fauzia, N., Nur, W., Santi, R., Yeni, A & Edita, A.P. 2022. Pengaruh Rendam kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Preeklampsia Berat. Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas. 5 (2). 43-51.
Nuyridayanti, A. (2017). Pengaruh rendam air garam terhadap penurunan tingkat nyeri pada penderita gout di desa Toyoresmi kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri. Jurnal Kesehatan. 1(2). 116-121.
Sumyati, Y, Irsan, Caca, H, & Yaumi, F. (2022). Pengaruh Rendam Kaki dengan Air Rebusan Serai dan Garam terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Jurnal Medika Hutama. 3 (3). 2753-2761.
Wulandari, P., Arifianto & Dian, S. (2016). Pengaruh Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat Dengan Campuran Garam dan Serai Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Podorejo RW 8 Ngaliyan. Journal UMM. 7 (1). 43-47.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Fairuz Yaumil Afra, Nurbidayah, Nurbidayah Saufi, Bandawati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











