Pendidikan Anti Kekerasan Pada Anak Di Lingkungan Sekolah SMP YLPI Pekanbaru

Penulis

  • Lidia Febrianti Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Indonesia
  • Erika Desvianti Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Indonesia
  • Puti Mayang Seruni Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Indonesia
  • Zahra Nurmania Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33379/icom.v4i1.4019

Kata Kunci:

Pendidikan, Anti Kekerasan, Anak, Sekolah

Abstrak

Anak dapat menjadi korban kekerasan disekolah baik dalam bentuk fisik, psikis dan seksual.Kekerasan dapat terjadi pada anak disekolah baik kekerasan fisik, psikis dan seksual. Dianggap bahwa pelajaran kewarganegaraan dan moral yang diberikan oleh guru tidak cukup untuk membangun sifat siswa sehingga mereka tidak terlibat dalam tindak kekerasan, baik sebagai pelaku maupun korban. Hasil dari diskusi dengan kepala sekolah SMP YLPI P. Marpoyan, ditemukan bahwa beberapa perilaku siswa di SMP tersebut menyebabkan konflik dan kekerasan verbal dan fisik. Program anti kekerasan sekolah yang dirancang untuk guru dan siswa menawarkan solusi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjadikan SMP YLPI Pekanbaru sebagai sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan pada anak. “Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tahap pembuatan materi,” penyuluhan dan evaluasi melalui kuis untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta . Hasil kegiatan ini berupa bertambahnya wawasan dan pengetahuan para siswa dan guru terhadap perilaku kekerasan di sekolah dan bagaimana cara mencegah dan mengatasinya.

Referensi

Agustin, M., Saripah, I., & Gustiana, A. D. (2018). Analisis Tipikal Kekerasan Pada Anak dan Faktor yang Melatarbekanginya. Jurnal Ilmiah Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Nor Formal, 13(1), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10. 21009/JIV.1301.1

Andini, T. M. (2019). Identifikasi Kejadian Kekerasan Pada Anak Di Kota Malang. Jurnal Perempuan Dan Anak, 2(1), 13–28. https://doi.org/https://doi.org/ 10.22219/jpa.v2i1.5636

Antu, M., Zees, R. F., & Nusi, R. (2023). Hubungan Kekerasan Verbal (Verbal Abuse) Orang Tua Dengan Tingkat Kepercayaan Diri Pada Remaja. Jurnal Ners, 7(1), 425–433. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jn.v7i1.13530

Ariani, N. W. T., & Asih, K. S. (2022). Dampak Kekerasan Pada Anak. Jurnal Psikologi Mandala, 6(1), 69–77. https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/ mandala/article/view/1833

Arif, Y., & Sarfika, R. (2021). Pelatihan Manajemen Emosi Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Kekerasan Pada Anak Usia Sekolah. Jurnal Masyarakat Mandiri, 5(1), 114–175. https://doi.org/https://doi.org/10.31764/jmm.v5i1.3328

Caesaria, S. D., & Kasih, A. P. (2022). 3 Provinsi dengan Angka Kekerasan Anak Tertinggi di Indonesia. Kompas.Com.

Christiana, E. (2019). Identifikasi Bentuk kekerasan dan Penangannya di Lingkungan Sekolah Dasar. Child Education Journal, 1(2), 58–64. https://doi.org/https://doi.org/10.33086/cej.v1i2.1368

Cuga, C., Adhani, Y., & Sarlin, M. (2022). Sosialisasi Pendidikan Anti Kekerasan Bagi Guru Sekolah Dasar Desa Butukan Dan Kodolagon Kec Bokat Kab Buol. JAMMU: Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin, 2(1), 8–15. https://doi.org/https://doi.org/10.56127/jammu.v1i2.166

Faisal, & Simatupang, N. (2021). Kebijakan Nonpenal Dalam Rangka Upaya Preventif Anak Sebagai Korban Kekerasan Fisik Dan Psikis Di Sekolah. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 15(2), 287–304. https://doi.org/http://dx.doi.org/ 10.30641/kebijakan.2021.V15.287-304

Fitriya, S., Hidayat, R., & Rizki, M. (2021). Implementasi Kota Layak Anak Melalui Program Sekolah Ramah Anak (SRA) di Kota Bekasi. Jurnal Kajian Ilmiah, 21(4), 377–390. https://doi.org/https://doi.org/10.31599/jki.v21i4.760

Molzana, L., & Fernandes, R. (2023). Program Sekolah Ramah Anak dalam Mewujudkan Pendidikan Anti Kekerasan di Sekolah (Studi Kasus di SMAN 3 Bukittinggi). Naradidik: Journal of Education & Pedagogy, 2(1), 87–94. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/nara.v2i1.96

Noer, K. U. (2019). Mencegah Tindak Kekerasan pada Anak di Lembaga Pendidikan. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 14(1), 47–66. https://doi.org/http: //dx.doi.org/10.21580/sa.v14i1.2998

Radja, R. D., Kaunang, T. M. D., Dundu, A. E., & Munayang, H. (2016). Gambaran kekerasan pada anak sekolah dasar di Kecamatan Malalayang Kota Manado. E-Clinic, 4(2), 1–6. https://doi.org/https://doi.org/10. 35790/ecl.v4i2.14598

Suryaman, S., Tjiptady, B. C., & Juniarso, T. (2023). Transformasi Desain Pembelajaran Pasca Pandemi Covid-19 berbasis pembelajaran Digital Kurikulum 2013: Studi Kasus Sekolah Dasar Multikultural. Jurnal Elementaria Edukasia, 6(2), 683-692.

Suryani, R., Machmud, R., & Yaunin, Y. (2021). Gambaran Tindakan Kekerasan Terhadap Anak yang Dialami Siswa SMP di Kabupaten Pasaman Tahun 2020. Jurnal Human Care, 6(1), 13–19. https://doi.org/http://dx.doi.org/ 10.32883/hcj.v6i1.1068

Tjiptady, B. C., Yoto, Y., & Marsono, M. (2022). Life-based learning innovation through Android e-module to support long distance learning in 21st century. In AIP Conference Proceedings (Vol. 2489, No. 1). AIP Publishing.

Zulyan. (2021). Implementasi Program Sekolah Ramah Anak (Sra) Dalam Pencegahan Kekerasan Pada (Studi Kasus Di Sma Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu). Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 1(1), 70–81.

Unduhan

Diterbitkan

06-03-2024

Cara Mengutip

Pendidikan Anti Kekerasan Pada Anak Di Lingkungan Sekolah SMP YLPI Pekanbaru. (2024). I-Com: Indonesian Community Journal, 4(1), 333-342. https://doi.org/10.33379/icom.v4i1.4019

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama