Pembentukan Paguyuban Pedagang Mie Lethek Kalurahan Caturharjo Bantul Menuju Kampung Wisata Kuliner
DOI:
https://doi.org/10.33379/icom.v4i3.5084Kata Kunci:
Sosialisasi, Edukasi, Community-Based Tourism, PaguyubanAbstrak
Mie lethek merupakan kuliner khas dari Bantul dan melekat pada identitas Kelurahan Caturharjo, Bantul. Namun, potensi mie lethek tersebut belum berdampak secara optimal terhadap pendapatan pelaku usaha maupun perekonomian kelurahan secara luas. Analisis situasi menunjukkan salah satu aspek yang menjadi masalah yaitu kelembagaan, dimana pedagang masih berjalan sendiri-sendiri. Belum ada kelompok usaha mie lethek, sehingga perkembangan belum optimal. Untuk itu tim pengabdian memberikan solusi dengan melakukan sosialisasi edukasi manfaat paguyuban serta pembentukan paguyuban. Metoda yang digunakan adalah pendidikan masyarakat berbentuk ceramah dan pembentukan paguyuban. Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 12 Juli 2024. Peserta pengabdian merupakan pelaku usaha mie lethek, pelaku usaha lain yang mendukung dan didampingi oleh lurah, perangkat kalurahan, dan para kepala padukuhan Caturharjo. Respon dari mitra menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman. Salah satu indikatornya ditunjukkan dengan dibentuknya Paguyuban Pedagang Mie Lethek dengan nama Paguyuban “ Catur Wastro Boga” yang telah mendapatan Surat Keputusan dari Kelurahan.
Referensi
Afif, M., & Kristanti, L. W. (2022). Pembuatan Paguyuban Dan Koperasi Sebagai Wadah Interaksi Pelaku UMKM Di Kelurahan Kutorejo Kecamatan Pandaan.
Agustiani, M., Erlina, F., & Purwokerto, S. Z. (2022). Pembentukan Paguyuban Umkm Hanania Desa Karangklesem Purbalingga Guna Meningkatkan Pendapatan UMKM. 1(1).
Akmat Syaifudin & Supriyono Supriyono. (2023). Pembentukan Dan Pengembangan Paguyuban UMKM Kalirungkut Sebagai Komunitas Daerah Untuk Meningkatkan Perekonomian UMKM. NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 112–122. https://doi.org/10.55606/nusantara.v3i3.1451
Arida, I. N. S. (2017). Kajian Penyusunan Kriteria-Kriteria Desa Wisata Sebagai Instrumen Dasar Pengembangan Desawisata. Jurnal Analisis Pariwisata, 17(1), 9.
Dorojati, R., & Triwidaryanta, J. (2024). Pendampingan Pembentukan Paguyuban Pedagang Pasar Plono di Kalurahan Pagerharjo Kapanewon Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. SHARE “SHaring - Action - REflection,” 10(1), 35–43. https://doi.org/10.9744/share.10.1.35-43
Ginanjar, R. & Sri Runingsawitri, Hunik. (2023). Community Empowerment In Tourism Development: Concepts And Implications. The Eastasouth Management and Business, 1(03), 111–119. https://doi.org/10.58812/esmb.v1i03.82
Kurniawan, F. D., & Fauziah, L. (2014). Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Penanggulangan Kemiskinan. JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik), 2(2), 165–176. https://doi.org/10.21070/jkmp.v2i2.436
Lestari, W., & Huda, A. M. (2018). Peran Paguyuban Semut Ireng dalam Membentuk Karakter Pemuda Desa Satriyan RT 03 RW 01 Kanigoro. Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media, 5(2), 51–65. https://doi.org/10.35457/translitera.v5i2.363
Nugraheni, Yuli, D. (2009). Peran Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Dalam Promosi Batik. Universitas Sebelas Maret.
Pertiwi, M. N. (2014). Fungsi Paguyuban Kampung Batik Dalam Pelestarian Batik Semarang Di Kota Semarang.
Shiddiqah, R., & Adi, K. R. (2024). Peran paguyuban terhadap pertumbuhan UMKM di kawasan sentral industri tahu takwa Desa Tinalan Kota Kediri. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 3(12), 1346–1355. https://doi.org/10.17977/um063v3i12p1346-1355
Utami, S. (t.t.). Pelembagaan Paguyuban Kelompok Jejaring Ukm Produk Sejenis Dalam Rangka Menghadapi Pasar Global. urnal Pembangunan Masyarakat dan Desa.
Wibi Wijaya, Tuti Lestari, & Arifah Wahyuni. (2018). Solidaritas Mekanik Paguyuban Persatuan Keluarga Kayu Aro Kerinci (PK3P) di Kota Padang. Jurnal Bakaba, 7(2), 12–20.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Chairunisa Athia Husna, Badriatu Sifri, Zahra Rufaida, Agha Krisannanda Firdaus, Exan Nudin, Andika Rizki Maulana, Devi Nafrilla, Rahma Widya Trisnawati, Nesya Putri Maghfirah, Dini Yuniarti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











