EKSISTENSI TRADISI NGAJI PASARAN BULAN RAMADHAN SEBAGAI WARISAN PENDIDIKAN ISLAM NUSANTARA DI YPI AL-ITTIHAD KEDUNGBANTENG TEGAL

Penulis

  • Oktaviani Al-Ittihad Kedungbanteng

Abstrak

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi tradisi ngaji pasaran bulan Ramadhan sebagai warisan pendidikan Islam Nusantara di YPI Al-Ittihad Kedungbanteng Tegal. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “ngaji pasaran” yaitu praktik pendidikan Islam nonformal yang secara konsisten dilaksanakan sejak tahun 2018 dan tidak hanya memiliki fungsi sebagai sarana pembelajaran kitab kuning melalui metode bandongan, tetapi juga sebagai media untuk mentransmisikan nilai-nilai pendidikan Islam Nusantara. Tradisi ini memperkuat keberlanjutan jaringan keilmuan pesantren melalui relasi langsung antara ustadz dan santrinya, dengan menekankan aspek sanad keilmuan, adab, serta keberkahan dalam proses pembelajaran. Nilai-nilai pendidikan yang terbentuk seperti nilai spiritual dan religius, disiplin dan tanggung jawab, penghormatan kepada guru, serta solidaritas sosial antar santri. Di tengah perkembangan era digital, ngaji pasaran tetap relevan sebagai ruang pembelajaran keagamaan yang memiliki otoritas keilmuan yang jelas dan mampu memperkuat karakter religius peserta. Meskipun dengan menghadapi adanya tantangan seperti distraksi teknologi, keterbatasan waktu, dan fluktuasi partisipasi santri, tradisi ini tetap bertahan melalui dukungan lembaga dan komitmen peserta dalam menjaga keberlanjutan warisan pendidikan Islam Nusantara.

Kata Kunci: Ngaji pasaran, warisan pendidikan Islam Nusantara, kitab kuning

 

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-08

Cara Mengutip

EKSISTENSI TRADISI NGAJI PASARAN BULAN RAMADHAN SEBAGAI WARISAN PENDIDIKAN ISLAM NUSANTARA DI YPI AL-ITTIHAD KEDUNGBANTENG TEGAL. (2026). JIPI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam), 5(1), 82-95. https://ejournal.uniramalang.ac.id/jipi/article/view/9461