Perbedaan Motivasi Belajar Peserta Didik Laki-Laki Dan Perempuan
DOI:
https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v3i1.997Kata Kunci:
Kata kunci: Motivasi belajar, komparasi, gender, Students, Mann Whitney.Abstrak
Para pengajar SLTP berpendapat prestasi belajar peserta didik perempuan lebih tinggi dibanding peserta didik laki-laki dikarenakan motivasi belajar para siswi lebih tinggi dari pada siswa. namun apakah benar demikian bahwa motivasi belajar peserta didik perempuan lebih tinggi dibanding peserta didik laki-laki. Penelitian ini bermaksud guna mengetahui tingkat perbedaan motivasi belajar peserta didik ditinjau berdasarkan gender. Menggunakan metode penelitian komparatif, uji Mann Whitney, distribusi tingkat kecendurungan dan kelas interval untuk melakukan perbandingan, manakah variabel yang labih tinggi dan lebih rendah. Pada akhirnya diperoleh sebuah konklusi tak ada perbedaan yang signifikan pada hasil penelitian motivasi belajar. Perbandingan rata-rata nilai yang didapat oleh murid laki-laki ataupun murid perempuan juga menunjukkan bahwa siswa lebih unggul hanya selisih 1 frekuensi saja. Kebanyakan tingkat motivasi belajar peserta didik berada ditingkatan menengah.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Achmad Risqi Fanani Fanani, Luthfiatuz Zuhroh

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author who wishes to publish articles in this journal agree with the following conditions:
- Author retains the copyright and simultaneously provides the journal the first publishing rights of the manuscript under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an initial job writing and publishing statement in this journal.
- The author can include in separate additional contractual arrangements for the rich version of non-exclusive distribution of journal publications (eg posting it to the institutional repository or publishing it in a book), with recognition of publishing initially in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post their work online (for example: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful citations of published works. (See open access policy).


