Xenoglosofilia: Gambaran Self-Esteem pada Generasi Z yang Gemar Mencampur Bahasa
DOI:
https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v4i2.4346Kata Kunci:
Generasi Z; Self-Esteem; Xenoglosofilia.Abstrak
Pengaruh globalisasi menjadi penyebab munculnya gejala xenoglosofilia, yaitu kecenderungan mencampurkan bahasa. Salah satu faktor yang mendorong fenomena ini adalah adanya anggapan bahwa bahasa asing itu superior sehingga saat mencampurkan bahasa akan dianggap keren. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran self-esteem pada Generasi Z yang gemar mencampurkan bahasa (xenoglosofilia). Penelitian menggunakan metode kuantitatif menggunakan alat ukur Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan teknik analisis data deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan responden sebanyak 120 responden. Dari hasil penelitian ini, dapat menunjukkan bahwa self-esteem pada sebagian besar Generasi Z khususnya mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang memiliki kondisi xenoglosofilia berada dalam kategori tinggi dengan dua aspek penting, yaitu aspek penghormatan diri yang cenderung rendah dan aspek penerimaan diri yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa memang terdapat gambaran pada dua variabel tersebut.
Referensi
Anjarwati, M.P. & Hasanudin, C. (2023). Dampak globalisasi terhadap gaya berbicara generasi z. Prosiding Seminar Nasional Daring, 1269-1275.
Ariyanti, V., Purwoko, B. (2023). Faktor–Faktor yang memengaruhi self-esteem remaja: Literature review. Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 6(3), 362–368. DOI: 10.26539/teraputik.631389.
Begum, N, A. & Witriani. (2019). Self-esteem berdasarkan tingkat communication apprehension pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Sains & Profesi. 3(1), 6-10. DOI: 10.24198/jpsp.
Bella, I. S., Noviyanti. (2021). The effect of gender and self-esteem on speaking skill students of FEB management study program, UNIKI. Jurnal Ilmiah Bahasa Inggris, 6(2), 26–37.
Gavrila, A.O. (2022). Analisis pengaruh globalisasi terhadap eksistensi bahasa Indonesia sebagai unsur identitas nasional. Jurnal Kalacakra, 3(2), 83-89.
Hastini, L.Y., Fahmi, R., & Lukito, H. (2020). Apakah pembelajaran menggunakan teknologi dapat meningkatkan literasi manusia pada generasi z di Indonesia?. Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA), 10(1), 12- 28. https://doi.org/10.34010/jamika.v10i1.2678.
Hasymi, E. (2021). Strategi meningkatkan kinerja aparat sipil negara era globalisasi di lingkungan organisasi pemerintah. Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic, 5(3), 85- 89. https://doi.org/10.36057/jips.v5i3.508.
Izzati, N., & Hariyono, D.S. (2023). Efektivitas pemberian dukungan sosial terhadap self-esteem orangtua yang memiliki anak Autism Spectrum Disorder (ASD). Psikodinamika: Jurnal Literasi Psikologi, 3(2), 24-34.
Lanin, I. (2018). Xenoglosofilia: Kenapa Harus Nginggris? Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Mahardhika, P. G. (2021). Hubungan identitas sosial dengan harga diri pada mahasiswa yang mengikuti UKM olahraga. (Skripsi Sarjana, Universitas Islam Indonesia).
Nabilah, R., & Rosalina E. (2019). Hubungan antara harga diri dengan perilaku asertif pada remaja di SMA negeri 5 kota Jambi. Jurnal Psikologi Jambi, 4(2), 33-42.
Novianti, N., Syihabuddin., Nisa, K., Rizkyanfi, M, W. (2022). Penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(4), 1526-1536. DOI: http://dx.doi.org/10.31949/jcp.v8i2.2717.
Permatasari, A. (2023). Hubungan Self Esteem dengan Self Efficacy pada pengguna Instagram yang mengalami Quarter Life Crisis (Disertasi Doktor, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).
Rosenberg, M. (1965). Rosenberg self-esteem scale (RSE). Acceptance and commitment therapy. Measures package, 61(52), 18.
Rufaida, B.S. (2023). Pengaruh gaya bahasa generasi z dalam berbahasa indonesia di era globalisasi terhadap keutuhan bahasa Indonesia. Jurnal Transling (Translation and Linguistics) UNS, 3(3), 151-181.
Syafitri, A., Yundayani, A., Kusumajati, W, K.(2019). Hubungan antara Kepercayaan Diri Siswa terhadap Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris.Prosiding Seminar Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Muhammad Fayyadh Fathur Rizky Sundani, Mohammad Rifki Aji Budiman, Salamatul Mardliyyah, Neng Wulan Sari, Syifa Putri Salsabila

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author who wishes to publish articles in this journal agree with the following conditions:
- Author retains the copyright and simultaneously provides the journal the first publishing rights of the manuscript under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an initial job writing and publishing statement in this journal.
- The author can include in separate additional contractual arrangements for the rich version of non-exclusive distribution of journal publications (eg posting it to the institutional repository or publishing it in a book), with recognition of publishing initially in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post their work online (for example: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process because it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful citations of published works. (See open access policy).


