Penerimaan dan Resiliansi Ibu dengan Anak Tuna Rungu

Penulis

  • dewi kurniawati Sekolah Tinggi Agama Islam Ibnu Ruysd Kota Bumi Lampung Utara

DOI:

https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v4i1.4323

Kata Kunci:

Ibu dengan anak tuna rungu; Life History; penerimaan diri; resiliensi

Abstrak

Setiap ibu berharap melahirkan anak yang sempurna, normal, dan sehat, harapan muncul sejak anak masih didalam kandungan. Keadaaan berbalik saat ibu mendengar diagnosa anaknya berkebutuhan khusus.

Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran, proses, dan faktor penerimaan diri ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif dengan Life History. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi kegiatan dan interaksi keluarga, wawancara mendalam dan studi dokumen. Pengambilan data dilakukan dari bulan November 2022 hingga Januari 2023. Data yang diperoleh dianalis menggunakan teknik analisis tematik secara induktif.

Referensi

Aanondsen, C. M., Jozefiak, T., Lydersen, S., Heiling, K., & Rimehaug, T. (2023). Deaf and hard-of-hearing children and adolescents’ mental health, Quality of Life and communication. BMC Psychiatry, 23(1), 297. https://doi.org/10.1186/s12888-023-04787-9

Black, K., & Lobo, M. (2008). A Conceptual Review of Family Resilience Factors. Journal of Family Nursing, 14(1), 33–55. https://doi.org/10.1177/1074840707312237

Chin, W.-C., Chang, H.-L., & Chao, K.-Y. (2023). Exploring coping strategies of parents of children with autism spectrum disorder in Taiwan: A qualitative study. Journal of Nursing Research, 31(3), e278. https://doi.org/10.1097/jnr.0000000000000553

Fox, F., Aabe, N., Turner, K., Redwood, S., & Rai, D. (2017). “It was like walking without knowing where I was going”: A Qualitative Study of Autism in a UK Somali Migrant Community. Journal of Autism and Developmental Disorders, 47(2), 305–315. https://doi.org/10.1007/s10803-016-2952-9

Isaacson, B. (2010). Hearing Loss. Medical Clinics of North America, 94(5), 973–988. https://doi.org/10.1016/j.mcna.2010.05.003

Kayama, M., & Haight, W. (2014). Disability and stigma: How Japanese educators help parents accept their children’s differences. Social Work (United States), 59(1), 24–33. https://doi.org/10.1093/sw/swt027

Kubler-Ross, E., & Kessler, D. (2014). Finding the meaning of grief through the five stages of loss. On grief and grieving. Simon & Schuster.

Makausi, A. R., Tiwa, T. M., & Kumaat, T. D. (2022). Penerimaan diri orang tua dari anak tunarungu wicara di Kota Manado. PSIKOPEDIA, 2(2). https://doi.org/10.53682/pj.v2i2.2125

Ramadayanti, N. E. (2022). Pola asuh orang tua dalam menghadapi emosi anak tuna grahita. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.

Roberts, A. (2000). Why are children deaf? Current Paediatrics, 10(3), 206–211. https://doi.org/10.1054/cupe.2000.0118

Sealy, J., McMahon, C., & Sweller, N. (2023). Parenting Deaf Children: Exploring Relationships Between Resolution of Diagnosis, Parenting Styles and Morale, and Perceived Child Vulnerability. Journal of Child and Family Studies, 32(9), 2761–2775. https://doi.org/10.1007/s10826-023-02579-z

Widhiati, R. S. A., Malihah, E., & Sardin, S. (2022). Dukungan sosial dan strategi menghadapi stigma negatif anak berkebutuhan khusus dalam pendidikan. Jurnal Paedagogy, 9(4), 846. https://doi.org/10.33394/jp.v9i4.5612

Unduhan

Diterbitkan

30-05-2024

Cara Mengutip

Penerimaan dan Resiliansi Ibu dengan Anak Tuna Rungu. (2024). Psikodinamika: Jurnal Literasi Psikologi, 4(1), 049-059. https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v4i1.4323