Kajian Persepsi Masyarakat Gorontalo Terhadap Modernisasi Tradisi Tumbilotohe

Penulis

  • Irvan Usman
  • Mohammad Rizki B Dunggio
  • Muthmainnah Ibrahim
  • Ika Prawesti Andini Universitas Negeri Gorontalo image/svg+xml
  • Anisa Rafanda Karim

DOI:

https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v4i2.4999

Kata Kunci:

Gorontalo, Modernisasi, Persepsi, Tumbilotohe

Abstrak

Tradisi tumbilotohe merupakan salah satu tradisi yang menjadi ciri khas daerah Gorontalo. Tradisi ini dilaksanakan tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri atau tepatnya pada tanggal 27, 28, dan 29 ramadhan. Seiring dengan perkembangan zaman, tradisi tumbilotohe terus mengalami perubahan akibat adanya modernisasi. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kesenjangan persepsi sehingga masyarakat Gorontalo dapat mempertahankan tradisi tumbilotohe
di tengah arus modernisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara
kuesioner terbuka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif. Tidak adanya perbedaan antar individu dalam mempersepsikan makna asli dari tradisi tumbilotohe. Namun terdapat perbedaan pada masyarakat dalam tindakan yang dilakukan. Hal ini dikarenakan langkanya alat dan bahan serta harga minyak tanah yang semakin mahal, akhirnya membuat masyarakat harus tetap menggunakan lampu led sebagai akibat dari modernisasi.

Referensi

Akuba, W. (2024). Aksi Joget-Joget di Festival Tumbilotohe Ipilo Dikecam Warga Gorontalo, Panitia Minta Maaf. gorontalo tribun news. https://gorontalo.tribunnews.com/2 024/04/08/aksi-joget-joget-difestival-tumbilotohe-ipilo-dikecamwarga-gorontalo- panitia-mintamaaf

Amirudin, A. (2020). Pengaruh Modernisasi Terhadap Eksistensi dan Keberlangsungan Pengrajin Dandang di Desa Parapatan Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka. Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1). https://doi.org/10.47453/etos.v1i1.194

Baldwin, R. E. (1986). Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi: Di Negara-Negera Berkembang. Bina Aksara.

Bandura, A., & Hall, P. (2018). Albert bandura and social learning theory. Learning Theories for Early Years, 78.

Basri, B., & Alfindo, R. (2016). Perubahan Budaya Batobo pada Era Modernisasi di Desa Simandolak Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, 3(1).

Dai, I., & Rosidi, M. I. (2023). Penyambutan Malam Lailah Al-Qadr Kadar Dalam Kebudayaan Tumbilotohe Di Gorontalo. Jurnal Ilmu Pendidikan Nasional (JIPNAS), 1(2), 89–93.

Gibson, J. J. (2014). The Ecological Approach to Visual Perception: Classic Edition. Psychology press.

Iskar, D., & Moh. Imron, R. (2023). Penyambutan Malam Lailah Al-Qadr Kadar Dalam Kebudayaan Tumbilotohe Di Gorontalo. Jurnal Ilmu Pendidikan Nasional (JIPNAS), 1(2). https://doi.org/10.59435/jipnas.v1i2.71

Jamaludin, A. N. (2017). Sosiologi Perkotaan Memahami Masyarakat Kota dan Problematikanya. In Sosiologi Perkotaan (Vol. 2, Nomor 2).

Jones, K. S. (2018). Special issue: How shall affordances be refined? Four perspectives. In How Shall Affordances be Refined?: Four Perspectives: A Special Issue of Ecological Psychology. https://doi.org/10.4324/9780203726655

Kartiwa, R. F. (2020). Perilaku Sosial Masyarakat Adat Kampung

Walgito, B. (2003). Psikologi Sosial (suatu pengantar). Penerbit ANDI.

Walgito, B. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Penerbit ANDI.

Wibawa, N. H. H. P. (2018). Aksiologi “Tumbilotohe” Masyarakat Gorontalo Relevansinya dengan Kesucian Jiwa. Farabi, 15(2). https://doi.org/10.30603/jf.v15i2.794

Unduhan

Diterbitkan

27-07-2024

Cara Mengutip

Kajian Persepsi Masyarakat Gorontalo Terhadap Modernisasi Tradisi Tumbilotohe. (2024). Psikodinamika: Jurnal Literasi Psikologi, 4(2), 134-152. https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v4i2.4999