Keterikatan Kerja sebagai prediktor Eudaimonic Well-Being Pada Pegawai

Penulis

  • kadek putri lestari wardani Universitas Triatma Mulya image/svg+xml
  • Ni Putu Lilik Agestin

DOI:

https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v6i2.9694

Kata Kunci:

eudaimonic well-being, keterikatan kerja, pegawai, tempat kerja

Abstrak

 Perkembangan Society 5.0 menempatkan sumber daya manusia sebagai pusat utama dalam keberhasilan organisasi, sehingga kesejahteraan pegawai menjadi aspek yang penting untuk diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterikatan kerja dengan eudaimonic well-being pada pegawai. Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif dengan melibatkan 135 pegawai tetap dari perusahaan di bidang jasa kebandarudaraan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur keterikatan kerja dan eudaimonic well-being. Instrumen yang digunakan merupakan adaptasi dari skala yang telah teruji, dan analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterikatan kerja memiliki hubungan positif dengan eudaimonic wellbeing. Pegawai yang memiliki semangat, dedikasi, dan penyerapan dalam pekerjaan cenderung mengalami makna hidup, pengembangan diri, dan kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan keterikatan kerja sebagai strategi untuk mendukung kesejahteraan pegawai di tempat kerja.

Referensi

Ashfaq, M. (2020). Human resource management practices and organizational

performance.

Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2014). Job demands–resources theory. Wellbeing: A

complete reference guide, 1–28.

Costantini, A., De Paola, F., Ceschi, A., & Sartori, R. (2017). Work engagement and

psychological well-being: The role of positive affect.

Harter, J. K., Schmidt, F. L., & Keyes, C. L. M. (2003). Well-being in the workplace and

its relationship to business outcomes: A review of the Gallup studies.

Janse van Rensburg, C., Rothmann, S., & Diedericks, E. (2017). Person–organization

fit, job satisfaction, and well-being.

Kinderen, S., & Khapova, S. (2020). Person–organization fit and meaningful work: The

role of employee well-being.

Lyubomirsky, S., King, L., & Diener, E. (2005). The benefits of frequent positive affect:

Does happiness lead to success? Psychological Bulletin, 131(6), 803–855.

Rahmadani, V. G., & Sebayang, S. (2017). Person–organization fit dan kaitannya

dengan kepuasan kerja serta stres kerja.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2001). On happiness and human potentials: A review of

research on hedonic and eudaimonic well-being. Annual Review of Psychology,

52, 141–166.

Schaufeli, W. B., Salanova, M., González-Romá, V., & Bakker, A. B. (2002). The

measurement of engagement and burnout: A two sample confirmatory factor

analytic approach. Journal of Happiness Studies, 3, 71–92.

Schaufeli, W. B., et al. (2020). Work engagement: Definition, measurement, and

implications.

Shuck, B., & Reio, T. G. (2014). Employee engagement and well-being: A moderation

model and implications for practice.

Soemarwoto, O. (2019). Society 5.0 dan implikasinya terhadap kehidupan manusia.

Waterman, A. S., Schwartz, S. J., Zamboanga, B. L., et al. (2010). The Questionnaire for

Eudaimonic Well-Being: Psychometric properties. Journal of Positive

Psychology, 5(1), 41–61.

Wokoma, C. U., & Iheriohanma, E. B. J. (2010). Interaction between globalization and

organizational performance

Unduhan

Diterbitkan

26-07-2026

Cara Mengutip

Keterikatan Kerja sebagai prediktor Eudaimonic Well-Being Pada Pegawai. (2026). Psikodinamika: Jurnal Literasi Psikologi, 6(2), 38-43. https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v6i2.9694