Kesejahteran Psikologis Pada Orangtua Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus

Authors

  • Astriana Subekti Universitas Aisyah Pringsewu
  • Fixi Intansari

DOI:

https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v5i1.5722

Abstract

Kesejahteraan psikologis adalah kondisi di mana seseorang memiliki pandangan positif terhadap diri sendiri dan orang lain, yang membawa kepada kebahagiaan serta pemanfaatan optimal potensi psikologis sebagai hasil dari perjalanan hidupnya. Anak berkebutuhan khusus (ABK) didefinisikan sebagai individu dengan karakteristik fisik, intelektual, atau emosional yang berada di atas atau di bawah rata-rata individu pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses kesejahteraan psikologis pada orang tua dari anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah tiga pasang orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dan tinggal di Tambahrejo. Analisis data dilakukan dengan triangulasi sumber, teknik, dan sejawat. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki kesejahteraan psikologis yang baik, dengan variasi dalam setiap dimensinya

References

Atalia, R. M., Chairilsyah, D., & Febrialismanto, F. (2020). Hubungan kesejahteraan psikologis dengan adversity quotient pada orang tua yang memiliki anak usia dini berkebutuhan khusus di TK Se-Kota Pekanbaru. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 3(1), 77–89. https://doi.org/10.31004/jrpp.v3i1.866

Fakhiratunnisa, S. A., Pitaloka, A. A. P., & Ningrum, T. K. (2022). Konsep dasar anak berkebutuhan khusus. Masaliq, 2(1) https://doi.org/10.58578/masaliq.v2i1.83

Iganingrat, A., & Eva, D. N. (2021). Kesejahteraan psikologis pada ibu tunggal: Sebuah literature review. Seminar Nasional Psikologi dan Ilmu Humaniora (SENAPIH), 1(1), 444–451. http://conference.um.ac.id/index.php/psi/article/view/1168

Kualitatif, S. S., Laili, N., Fahmawati, Z. N., & Paryontri, R. A. (2022). Psychological well-being of parents who have special needs children and attend special schools: A qualitative study. Procedia of Sciences and Humanities, 0672(c), 1522–1526.

Mardi Fitri, D. G. R. K. Z. P. (2021). Faktor penyebab anak berkebutuhan khusus dan klasifikasi ABK. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 7(2), 40. https://doi.org/10.22373/bunayya.v7i2.10424

Miranda, D. (2013). Strategi coping dan kelelahan emosional pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. e-HJournal Psikologi, 1(2), 123–135.

Mustary, E. (2021). Pemaafan dan kesejahteraan psikologis individu. Indonesian Journal of Islamic Counseling, 3, 70–76. http://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/ijic/article/view/4846

Nurhazlina Mohd. Ariffin, M. J. S. R. K. (2021). Perkembangan usia dewasa: Tugas dan hambatan pada korban konflik pasca damai. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 7(2), 114. https://doi.org/10.22373/bunayya.v7i2.10430

Purwanti, D. A., & Kustanti, E. R. (2020). Hubungan antara resiliensi dengan psychological well-being pada ibu yang memiliki anak dengan gangguan autis. Jurnal EMPATI, 7(1), 283–287. https://doi.org/10.14710/empati.2018.20219

Rahmitha. (2011). Orang tua dengan anak yang berkebutuhan khusus. 1–26. http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/589

Rantri Mustika Dewi, & Sri Ernawati. (2024). Kesejahteraan psikologis pada orang tua anak penyandang disabilitas di Sanggar Inklusi Wijaya Kusuma Kabupaten Sukoharjo. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 4(1), 195–200. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v4i1.2756

Ruli, E. (2020). Tugas dan peran orang tua dalam mendidik anak. Jurnal Edukasi Nonformal, 1(1), 145.

Ryff, C. D. (1989a). Happiness is everything, or is it? Exploration on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081.

Ryff, C. D. (1989b). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081. https://doi.org/10.1037/0022-3514.57.6.1069

Sari, D. R., & Rasyidah, A. Z. (2020). Peran orang tua pada kemandirian anak usia dini. Early Childhood: Jurnal Pendidikan, 3(1), 45–57. https://doi.org/10.35568/earlychildhood.v3i1.441

Suharsiwi. (2017). Dr. Suharsiwi, M.Pd.

Sukmadi, M. R., Sidik, S. A., & Mulia, D. (2020). Kualitas hidup orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (studi kasus pada orang tua yang memiliki anak dengan hambatan autism di SKh Madina Kota Serang-Banten). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP, 3(1), 470–484.

Sumarauw, T., Waturandang, F. M. M., & Mandas, A. L. (2023). Psychological well-being pada orang tua terhadap anak penderita attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Humanlight Journal of Psychology, 4(2), 58–65. http://ejournal-iaknmanado.ac.id/index.php/humanlight

Wahyudi, R. M., Lubis, H., & Putri, E. T. (2021). Hubungan kebersyukuran dengan kesejahteraan psikologis ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Kota Balikpapan. 9(4), 820–828. https://doi.org/10.30872/psikoborneo

Zulfiana, U. (2019). Identifikasi kekuatan karakter pada orang tua anak berkebutuhan khusus. Cognicia, 7(4), 411–418. https://doi.org/10.22219/cognicia.v7i4.10490

Published

01/31/2025

How to Cite

Kesejahteran Psikologis Pada Orangtua Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus. (2025). Psikodinamika - Jurnal Literasi Psikologi, 5(1), 72-85. https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v5i1.5722