Pemberdayaan Petani Kopi Desa Dayurejo melalui Pelatihan Pembuatan Kompos Berbasis Limbah Ternak dan Sampah Organik
DOI:
https://doi.org/10.33379/tepiswiring.v5i2.11210Kata Kunci:
desa Dayurejo, kompos, limbah ternah, petani kopi, sampah organikAbstrak
Peningkatan sampah domestik dan ketiadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Desa Dayurejo memicu persoalan lingkungan serius, termasuk belum optimalnya pengelolaan limbah kotoran ternak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan petani kopi melalui pemanfaatan limbah ternak dan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos. Pelatihan diselenggarakan di Koperasi CMPK Desa Dayurejo dengan melibatkan 20 petani kopi. Metode pengabdian menerapkan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) yang mencakup tahap pra-pelaksanaan, pelaksanaan berupa pemaparan materi dan praktik langsung, serta pasca-pelaksanaan melalui pendampingan dan evaluasi. Evaluasi dilakukan secara partisipatif dengan membandingkan skor pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada motivasi, pengetahuan, dan sikap peserta dalam mengolah serta mengaplikasikan kompos secara mandiri. Kenaikan tertinggi tercatat pada keyakinan peserta bahwa pupuk organik dapat menekan biaya pupuk sintetis, serta kesediaan mendukung solusi ramah lingkungan. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas petani kopi dalam pengelolaan limbah organik. Pendampingan secara berkala tetap diperlukan untuk memantau dampak kompos terhadap pertumbuhan tanaman kopi secara berkelanjutan







