Pendampingan Tahsinul Qur’an untuk Meningkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an Santri di Dusun Gunung Mas, Desa Lebak
DOI:
https://doi.org/10.33379/tepiswiring.v5i2.11319Kata Kunci:
Al-Qur’an; tahsinul Qur’an; tajwid; Participatory Action Research; kemampuan membaca.Abstrak
Kemampuan membaca Al-Qur’an secara benar merupakan kompetensi penting dalam pendidikan Islam, namun sebagian peserta masih mengalami kesulitan dalam menerapkan makharijul huruf, ahkamul mad, hukum nun mati dan tanwin, serta kelancaran membaca. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an melalui program tahsinul Qur’an serta mengetahui perubahan kemampuan peserta setelah mengikuti pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Agustus 2026 di Musholla nurul hikmah, Dusun Gunung Mas, Desa Lebak, dengan melibatkan 20 santri. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan pendampingan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi makharijul huruf, ahkamul mad, dan penerapan hukum tajwid, yang dilanjutkan dengan talaqqi, demonstrasi, praktik membaca Al-Qur’an, koreksi langsung, dan latihan berulang. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca peserta setelah mengikuti program tahsin. Berdasarkan data evaluasi, rata-rata kemampuan peserta meningkat dari 60,3 pada tahap pretest menjadi 84,2 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 23,9 poin dan nilai N-Gain sebesar 0,61 yang termasuk kategori sedang. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator yang dinilai. Hasil tersebut menunjukkan bahwa program tahsinul Qur’an efektif secara deskriptif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an dan layak dilanjutkan melalui pendampingan secara berkala dan berkelanjutan







