Pendidikan Spiritual Santri Lansia Meraih Khusnul khotimah di Pondok Pesantren Lansia Al Hidayah Doromukti Tuban
DOI:
https://doi.org/10.58788/alwijdn.v1i1.14Abstrak
Kebutuhan utama lansia selain kesehatan adalah kesiapan mental untuk menghadapi akhir hayatnya. Upaya untuk meraih itu adalah melalui pendidikan spiritual. Pendidikan spiritual lansia adalah sebuah progam pendidikan yang diselenggarakan khusus untuk orang-orang yang berumur di atas lima puluh tahun. Penyelenggaraan progam ini bertujuan untuk menghadapi dan meraih kematian yang baik atau khusnul khatimah.Salah satu penyelenggara progam pendidikan spiritual lansia adalah pondok pesantren lansia al Hidayah Tuban. Progam yang berjalan dengan segala pendukung dan hambatannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan interaksi simbolik. Hal yang ditemukan dalam penelitian ini adalah program pendidikan spiritual lansia dilaksanakan dengan shalat berjama`ah baik wajib maupun sunnah, pengajian atau motivasi, takziyah, ziarah, tilawatil Qur`an, dhikir dan qiyamul lail. Faktor-faktor pendukung dan penghambat pendidikan lansia di pondok pesantren lansia al Hidayah Tuban dibedakan menjadi dua; internal dan eksternal. Faktor pendukung internal yaitu etos kerja pengasuh pondok dan motivasi atau semangat para santri untuk mengikuti program pendidikan. Faktor pendukung eksternal yaitu dukungan dinas sosial dengan membantu memotivasi santri dan bantuan kesehatan. Adapun faktor penghambat internal yaitu dari santri lansia sendiri yang kesehatannya labil dan daya ingat yang berkurang. Serta faktor penghambat eksternal yaitu kurangnya dukungan dari keluarga karena kehawatiran terhadap mereka.
Keyword: pendidikan, spiritual, lansia dan khusnul khatimah.
Referensi
Agustian, Ary Ginanjar. Rahasia Sukses Membangkitkan ESQ Power: Sebuah Inner Journey Melalui Al-Ihsan. Jakarta: Arga, 2003.
Bukhari, Abi ’Abdillah Ibn Isma’il. ShahÄ«hu-l-BukhÄri. Beirut: DÄr al-Kutub al-Ilmiyah, 2005.
Hermana. “Penduduk Lanjut Usia di Indonesia Dan Masalah Kesejahteraannya.†Kementerian Sosial Republik Indonesia. 23 Oktober 2007. www.kemsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=522.
Hurlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga, 2010.
Presiden Republik Indonesia. Undang-undang Nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia (1998). https://portal.mahkamahkonstitusi.go.id/eLaw/mg58ufsc89hrsg/uu13_1998.pdf.
Purwandari, E. Kristi. Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi, 1998.
Quthub, Muhammad. Manhaj al-TarbÄ«yah al-IslÄmÄ«yah. Kairo: DÄr al-Syuruq, 2004.
Sholeh, Moh., dan Imam Musbikin. Agama Sebagai Terapi: Telaah Menuju Ilmu Kedokteran Holistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.
Subdirektorat Statistik Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial. “Statistik Penduduk Lanjut Usia.†Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional. Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2015. http://www.bappenas.go.id/files/data/Sumber_Daya_Manusia_dan_Kebudayaan/Statistik%20Penduduk%20Lanjut%20Usia%20Indonesia%202014.pdf.
Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Alfabeta, 2008.
Suprayogo, Imam, dan Tobroni. Metodologi Penelitian Sosial Agama. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003.
Yayasan Penyelenggara, dan Penterjemah/Penafsiran Al-Qur’an. Al-Qur’an dan Terjemahan. Jakarta: Departeman Agama Republik Indonesia, 1978.
ZintÄnÄ«, Abd al-HamÄ«d al-Shaid. Usus al-TarbÄ«yah al-IslÄmÄ«yah fÄ« al-Sunnah al-NabawÄ«yah. Tunis: Al-DÄr al-’ArabÄ«yah lÄ« al-KitÄb, 1993.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2017 Muhammad Mundzar Fahman, Muhammad Romadlon Habibullah, Hamidatun Nihayah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.













