Strategi Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah Pada Lembaga Pendidikan Di Wilayah Konflik
Studi Kasus Sekolah Ban Kalisa, Narathiwat, Thailand
DOI:
https://doi.org/10.33379/w93a2d64Kata Kunci:
Manajemen sumber daya, pendidikan di wilayah konflik, partisipasi komunitas, strategi adaptif, Sekolah Ban Kalisa, NarathiwatAbstrak
Manajemen sumber daya di wilayah konflik merupakan tantangan yang kompleks dan memerlukan pendekatan yang inovatif, partisipatif, dan adaptif. Penelitian ini mengkaji strategi komprehensif pengelolaan sumber daya yang diterapkan oleh Sekolah Ban Kalisa di Narathiwat, Thailand—sebuah institusi pendidikan yang terletak di daerah rawan konflik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan telaah literatur internasional lokal terkait pendidikan di zona konflik seperti Afghanistan, Sudan, Palestina, dan Thailand selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan sekolah dalam bertahan dan berkembang ditopang oleh lima pilar utama: kepemimpinan visioner, partisipasi komunitas, adaptasi kurikulum kontekstual, kemitraan strategis, dan inovasi pembiayaan. Direktur Sekolah Ban Kalisa, Mr. Samaan Wannakarn, memainkan peran kunci dalam mendorong perubahan positif melalui pendekatan kepemimpinan transformasional berbasis nilai-nilai lokal dan budaya Melayu-Patani. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan model manajemen sumber daya pendidikan di wilayah krisis
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fajar, Fajar Fadhilah Putra, Erna Resmiatini, Sinollah, Samaan Wannakarn

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





