Tingkat Pengembalian Modal dalam DuPont System Model
DOI:
https://doi.org/10.33379/jibe.v3i1.2513Abstrak
Penelitian ini untuk menganalisis tingkat pengembalian modal dalam DuPont Sistem Model, pada Perusahaan Sektor Industri Bursa Efek Indonesia. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metoda kuantitatif deskriptif yang merupakan penelitian eksplanatori, tentang hubungan kolerasi sebab akibat untuk mengetahui adanya hubungan kinerja keuangan net profit margin, total asset turnover, dan financial leverage terhadap tingkat pengembalian ekuitas yang diukur melalui return on equity, dengan sampling populasi top ten constituents industrials. Hasil penelitian, menunjukkan dalam formula DuPont dapat memberikan pihak manajemen perubahan yang lebih jelas tentang return on equity perusahaan. Tujuh perusahaan; ARNA, HEXA, IMPC, BNBR, ABMM, BHIT, BMTR memastikan bisnis yang sedang dijalankan mampu berjalan dengan baik dan mendapatkan keuntungan yang harapkan. Tiga perusahaan mampu mencatatkan tingkat pengembalian modal berdasarkan formula DuPont; ARNA, HEXA, dan IMPC. Tiga perusahaan tersebut mampu menghasilkan tingkat pengembalian ekuitas dari mengoptimalkan komponen perputaran aktiva, laba bersih, dan penganda ekuitas. Komponen penting dalam model DuPont yang saling berkaitan, menghasilkan net profit margin secara maksimal, meningkatkan perputaran asset, dan penggunaan hutang yang lebih proposional. Pendekatan model DuPont, memberikan dua pilihan kepada pihak manajemen perusahaan; Pertama, dengan meningkatkan rasio perputaran aktiva keseluruhan melalui penjualan dan pendapatan usaha, yang akhirnya berdampak pada naiknya tingkat laba bersih perusahaan. Kedua, dengan menambah aktiva perusahaan melalui modal baik itu modal sendiri maupun modal yang diperoleh dari hutang
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Doni Teguh, Fitriyah Tahta Alfina

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





